Mobil Manual Masih Jadi Raja di Beberapa Negara

Tuas transmisi manual
Sumber :
  • Cars

Jakarta, VoxPop – Mobil manual masih jadi raja di banyak negara meski tren global menunjukkan pergeseran besar ke transmisi otomatis dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan ini terjadi perlahan karena faktor kenyamanan membuat mobil matic makin digemari di berbagai belahan dunia.

img_title Ferrari Hidupkan Lagi Transmisi Manual di Era Mobil Super Modern

Jika melihat ke belakang, mobil manual dulu mendominasi jalanan, terutama di Eropa Barat pada awal 2000-an. Saat itu sebagian besar mobil yang terdaftar masih menggunakan transmisi manual sebelum akhirnya tergeser oleh teknologi yang lebih praktis.

Kini kondisinya berbalik, terutama di Amerika Serikat yang hanya memiliki sebagian kecil mobil manual di jalan. Bahkan pada mobil baru, pilihan transmisi manual sudah sangat jarang ditemukan dibandingkan dengan matic.

img_title Riset Ungkap Mengemudi Mobil Manual Bisa Melatih Kerja Otak

Meski begitu, mobil manual masih jadi raja di banyak negara dengan kondisi pasar yang berbeda. Di beberapa wilayah, pilihan ini tetap dianggap masuk akal karena lebih murah, mudah dirawat, dan sudah menjadi kebiasaan pengemudi.

Disadur VoxPop Otomotif dari Slashgear, Selasa 17 Februari 2026, India menjadi salah satu contoh negara yang masih mempertahankan dominasi mobil manual. Biaya mobil matic yang lebih mahal membuat banyak konsumen tetap memilih transmisi manual sebagai opsi utama.

img_title Mau Bisa Nyetir Mobil Manual? Segini Waktu yang Dibutuhkan Pemula

Dalam beberapa tahun terakhir memang terlihat pergeseran, di mana jumlah mobil otomatis mulai meningkat pesat di sana. Namun, perbedaan harga yang cukup jauh antara manual dan matic masih jadi pertimbangan penting bagi pembeli.

Ilustrasi gambar interior mobil Tata Nexon XZ

Photo :
  • Tata Motors

Selain faktor harga, kondisi lalu lintas juga memengaruhi perubahan tren penggunaan transmisi. Di kota-kota besar yang macet, pengemudi cenderung beralih ke matic karena lebih nyaman saat menghadapi kemacetan panjang.

China juga termasuk negara di mana mobil manual masih jadi raja di banyak segmen pasar. Meski dikenal sebagai pusat teknologi dan kendaraan listrik, mobil manual tetap diminati karena harganya lebih terjangkau.

Selain itu, sistem perizinan mengemudi di sana membuat banyak orang belajar menggunakan mobil manual sejak awal. Hal ini membuat transmisi manual tetap populer dan menjadi pilihan utama bagi banyak pengemudi.

Di Eropa, tren serupa juga terlihat meski secara perlahan mobil otomatis mulai naik daun. Harga yang lebih ramah kantong dan kemudahan perawatan membuat mobil manual tetap bertahan di tengah gempuran teknologi baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut