Pasar Sensitif Harga Masih Besar, Hyundai Stargazer Lama Tetap Dijual

Hyundai Stargazer
Sumber :
  • Dok: HMID

Jakarta, VoxPop - Di tengah ketatnya persaingan Low MPV, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memilih langkah strategis dengan tetap mempertahankan penjualan Stargazer model sebelumnya. Di saat sebagian pabrikan fokus penuh pada model baru, Hyundai justru masih memberi ruang bagi varian lama untuk menjangkau segmen konsumen yang sensitif terhadap harga.

img_title 70mai Sebut Peran Dashcam Sudah Berubah

Chief Operating Officer PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kebutuhan pasar yang masih beragam.

“Memang kita masih memerlukan ada customer atau konsumen yang butuh mobil-mobil dengan price sensitivity yang tinggi. Dan juga ada permintaan dari beberapa fleet, makanya kita pertahankan itu,” ujarnya di Jakarta belum lama ini.

img_title Bukan Hybrid Konvensional, Ini Cara Kerja Teknologi REEV di iCAR V27

Saat ini Hyundai memasarkan Stargazer varian terbaru, termasuk Cartenz dan Cartenz X. Namun model dengan model year sebelumnya masih tersedia dalam jumlah terbatas untuk memenuhi kebutuhan konsumen tertentu, khususnya pembelian dalam jumlah besar atau fleet.

Meski begitu, Frans menegaskan bahwa strategi ini bersifat transisi. Ke depan, fokus perusahaan akan sepenuhnya diarahkan pada model terbaru.

img_title 5 Tanda Filter Kabin Mobil Sudah Harus Diganti

“Kita akan mulai fokus setelah kita bisa full build semuanya dengan Cartenz,” katanya.

Langkah ini dinilai sebagai cara Hyundai menjaga volume penjualan di tengah pasar yang sangat sensitif terhadap harga. Segmen MPV Rp 200–300 jutaan dikenal sebagai pasar paling gemuk di Indonesia, dengan persaingan bukan hanya dari merek Jepang, tetapi juga pabrikan China yang agresif menawarkan fitur melimpah dengan banderol kompetitif.

Dengan mempertahankan model lama, Hyundai berupaya menjaga daya jangkau harga tanpa harus memangkas positioning produk barunya. Strategi ini juga sejalan dengan pendekatan “global product, local taste” yang selama ini digaungkan Hyundai, di mana produk global disesuaikan dengan karakter konsumen Indonesia.

Selain itu, sejumlah model Hyundai seperti Stargazer diproduksi secara lokal, yang memberi fleksibilitas dalam pengaturan suplai dan strategi harga.

Di tengah proyeksi pasar otomotif nasional yang disebut berpotensi naik dari 800 ribu menjadi 850 ribu unit tahun ini, menjaga semua ceruk pasar menjadi langkah yang realistis. Bagi Hyundai, mempertahankan model lama bukan sekadar soal stok, tetapi strategi menjangkau konsumen yang belum tentu siap beralih ke model terbaru.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut