Mobil Ini Ternyata Masih Kuat Menjaga Nilai Jualnya
- U-Report
Jakarta, VoxPop – Di tengah gempuran model terbaru yang terus bermunculan, beberapa mobil ternyata masih menunjukkan performa luar biasa dalam menjaga nilai jualnya.
Fenomena ini tidak hanya menarik bagi para pecinta otomotif, tetapi juga bagi mereka yang melihat mobil sebagai investasi jangka menengah hingga panjang.
Logo Chevrolet
- Ist
Di tengah kondisi ini, sebuah mobil sport legendaris, 2021 Chevrolet Corvette, menunjukkan performa nilai jual kembali yang luar biasa solid dibanding banyak kendaraan lain di pasar.
Menurut data dari Kelley Blue Book (KBB), dikutip VoxPop Senin,30 Maret 2026. salah satu sumber penilaian kendaraan paling dihormati di industri otomotif, Corvette 2021 hanya mengalami penurunan nilai sekitar 27 persen dalam tiga tahun terakhir.
Hingga kini, harga bekas rata‑rata mobil ini masih berada di kisaran $54.400 atau sekitar Rp926 juta, angka yang mengesankan jika dibandingkan dengan tren depresiasi umum kendaraan pada umumnya.
Ada beberapa faktor yang membuat Corvette 2021 tetap menarik di pasar mobil bekas:
1. Mid‑Engine & Performa Kompetitif
Corvette 2021 adalah model generasi kedelapan (C8), yang menandai sejarah baru dengan konfigurasi mesin mid‑engine pertama kali di seri Corvette setelah lebih dari 50 tahun.
Posisi mesin di tengah ini meningkatkan handling dan performa, menjadikannya kompetitor kuat di segmen sports car yang biasanya didominasi merek Eropa.
2. Kombinasi Performa dan Harga yang Tepat
Lahir dengan harga awal di bawah banyak rival performa tinggi, Corvette menawarkan performa yang sekelas mobil dua hingga tiga kali lebih mahal tetapi dengan harga jauh lebih terjangkau, sehingga nilai jual kembali menjadi lebih stabil.
3. Daya Tarik Kolektor dan Penggemar
Status ikonik Corvette di dunia otomotif serta minat kuat dari komunitas penggemar membuat model‑model awal C8 lebih dicari dibanding generasi sebelumnya, yang ikut membantu mempertahankan nilai bekasnya.
Secara umum, mobil baru diperkirakan bisa kehilangan nilai hingga sekitar 30% dalam dua tahun pertama, kemudian turun sekitar 8–12 persen setiap tahun setelahnya. Dalam konteks ini, kehilangan nilai 27 persen dalam tiga tahun merupakan pencapaian yang relatif baik, terutama di segmen sports car yang biasanya mengalami depresiasi cukup tajam.
