AC Mobil Bau Apek? Ini Penyebab Utamanya

AC mobil
Sumber :
  • mobilku.org

VoxPop – Banyak pengendara tidak sadar bahwa ventilasi AC mobil bisa menjadi tempat munculnya kelembapan berlebih yang memicu jamur dan bau tidak sedap di dalam kabin. Kondisi ini ternyata cukup umum terjadi, terutama pada mobil modern yang memiliki sistem kabin lebih rapat dan kedap udara.

img_title Pengguna SUV Sekarang Beda, Produsen Ban Sampai Bikin Kategori Baru

VoxPop Otomotif: Ilustrasi AC mobil

Photo :
  • Dok: SIS

Saat udara dingin dari AC bekerja, uap air dapat menumpuk di bagian evaporator dan saluran ventilasi. Jika kelembapan tersebut tidak keluar dengan baik, area dalam sistem AC menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri berkembang. Akibatnya, muncul aroma apek yang sering terasa ketika AC pertama kali dinyalakan.

img_title 70mai Sebut Peran Dashcam Sudah Berubah

Kebiasaan Sederhana yang Jarang Dilakukan

Ternyata ada cara sederhana untuk membantu mengurangi kelembapan di ventilasi AC mobil. Pengemudi disarankan mematikan fitur pendingin AC beberapa menit sebelum perjalanan selesai, tetapi kipas blower tetap dibiarkan menyala.

img_title Pacu TKDN di Industri RI, Panasonic Produksi AC Floor Standing PB5 Series Secara Lokal

Cara ini membantu mengeringkan sisa embun atau air di dalam saluran ventilasi sehingga kelembapan tidak mengendap terlalu lama. Kebiasaan kecil tersebut dinilai efektif membantu menjaga udara kabin tetap segar lebih lama.

Filter Kabin Juga Punya Peran Penting

Selain menjaga ventilasi tetap kering, filter udara kabin juga perlu rutin diperiksa. Filter yang kotor dapat menghambat sirkulasi udara dan membuat kelembapan lebih mudah terjebak di dalam sistem AC.

Beberapa produsen otomotif bahkan menyarankan penggantian filter kabin secara berkala, biasanya setiap 12 ribu hingga 20 ribu mil tergantung jenis kendaraan dan kondisi penggunaan.

Jika filter terlalu lama tidak diganti, debu dan jamur dapat menumpuk lalu ikut tersebar ke dalam kabin saat AC dinyalakan.

Menariknya, mobil keluaran terbaru justru disebut lebih rentan mengalami penumpukan kelembapan di kabin. Hal itu disebabkan desain kabin yang semakin rapat untuk meningkatkan efisiensi pendinginan dan meredam suara dari luar.

Namun di sisi lain, sirkulasi udara alami menjadi lebih terbatas sehingga uap air lebih mudah terjebak di dalam mobil.

Kondisi semakin parah jika kendaraan sering diparkir di tempat lembap, jarang terkena sinar matahari, atau saluran pembuangan air AC mengalami penyumbatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut