Rupiah Babak Belur, Daihatsu Tahan Naikkan Harga Mobil

New Daihatsu Sirion
Sumber :
  • VoxPop/Yunisa Herawati

Tangerang, VoxPop - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mulai memberi tekanan terhadap industri otomotif nasional. Kondisi ini membuat sejumlah pelaku industri harus menghitung ulang biaya produksi, terutama yang masih bergantung pada komponen impor.

img_title Honda Tiba-tiba Goda Konsumen dengan Cicilan Rp1 Jutaan, Ada Apa?

Namun, Daihatsu memilih langkah berbeda. Di tengah fluktuasi kurs yang belum stabil, produsen mobil asal Jepang tersebut memastikan belum menaikkan harga kendaraan kepada konsumen.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan tekanan akibat depresiasi rupiah memang tidak bisa dihindari. Meski tingkat kandungan lokal kendaraan Daihatsu sudah lebih dari 80 persen, masih ada beberapa komponen yang berasal dari luar negeri.

img_title Tiga Mobil Andalan Daihatsu Kini Punya Versi Baru

Karena itu, perubahan kurs tetap berdampak terhadap struktur biaya produksi perusahaan.

“Pastinya harus ada penyesuaian. Tapi keberlanjutan industri ini kan mesti jalan. Jadi kita lakukan beberapa hal, mulai dari restrukturisasi biaya dan efisiensi di manufacturing,” ujar Agung di Tangerang Selatan.

img_title Daihatsu Diam-diam Rilis Terios Edisi Khusus di GIIAS 2026, Unitnya Terbatas

Menurut dia, strategi utama yang saat ini dilakukan bukan langsung membebankan kenaikan biaya kepada konsumen, melainkan melakukan penyesuaian internal secara bertahap dan hati-hati.

ADM mulai memperkuat efisiensi di sektor produksi, sekaligus berdiskusi dengan seluruh rantai pasok untuk mempercepat pengembangan komponen lokal.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor yang rentan terdampak fluktuasi mata uang asing.

Agung mengatakan, proses lokalisasi tambahan itu dilakukan dalam dua tahap. Untuk jangka pendek, beberapa komponen ditargetkan bisa diproduksi lokal dalam waktu sekitar enam bulan. Sementara tahap menengah diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga satu setengah tahun.

“Bukan part ya, lebih tepatnya beberapa komponen. Ada yang short term, ada yang mid term,” kata dia.

Di sisi lain, Daihatsu juga mempertimbangkan karakter konsumennya yang mayoritas merupakan first car buyer. Segmen tersebut dinilai sangat sensitif terhadap perubahan harga maupun cicilan kendaraan.

Karena itu, perusahaan memilih lebih prudent dalam menentukan kebijakan harga jual.

“Tidak semua dilakukan dan dideploy kepada customer. Karena Daihatsu itu first car buyer,” ujar Agung.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut