Tanpa Subsidi, Mobil Listrik Justru Makin Laris di China

Ekspor mobil China
Sumber :
  • Carnewschina

Beijing, VoxPop – Banyak negara masih mengandalkan insentif untuk mendorong penjualan mobil listrik. Namun kondisi berbeda justru terlihat di China. Saat berbagai bentuk subsidi mulai berkurang, minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi malah semakin tinggi.

img_title Jurus VinFast Redam Kekhawatiran akan Mobil Listrik

Fenomena ini menjadi bukti bahwa pasar mobil listrik di Negeri Tirai Bambu telah memasuki fase yang lebih matang. Konsumen kini tidak lagi membeli kendaraan listrik semata karena adanya bantuan pemerintah, melainkan karena pertimbangan biaya operasional, teknologi, hingga pilihan model yang semakin beragam.

Data penjualan terbaru yang dilihat VoxPop Otomotif, Rabu 10 Juni 2026 menunjukkan kendaraan energi baru yang mencakup mobil listrik murni, plug-in hybrid, dan range extender berhasil menguasai hampir dua pertiga pasar otomotif China. Sementara itu, pangsa pasar mobil bermesin bensin dan diesel terus mengalami penurunan.

img_title Harga Mobil Listrik GAC Rontok, Ada yang Turun Rp80 Juta

Salah satu faktor yang disebut mempercepat perubahan tersebut adalah biaya penggunaan kendaraan konvensional yang semakin menjadi perhatian konsumen. Ketika harga energi berfluktuasi, kendaraan listrik dinilai menawarkan pengeluaran harian yang lebih mudah diprediksi.

Selain itu, persaingan ketat antarprodusen membuat harga mobil listrik semakin kompetitif. Konsumen kini bisa memilih berbagai model mulai dari mobil perkotaan, sedan, MPV keluarga hingga SUV premium dengan teknologi yang terus berkembang.

img_title Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

Menariknya, tren ini tidak hanya dinikmati merek-merek lokal. Sejumlah pabrikan global yang memiliki usaha patungan dengan perusahaan China juga mulai merasakan manfaat dari meningkatnya permintaan kendaraan elektrifikasi. Penjualan model listrik mereka tercatat tumbuh pesat, sementara model berbahan bakar konvensional mengalami penurunan.

Di segmen premium pun situasinya serupa. SUV listrik berukuran besar dan kendaraan mewah berbasis baterai semakin diminati konsumen yang sebelumnya identik dengan mobil bermesin besar. Hal ini menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi terbatas pada kendaraan perkotaan atau mobil berharga terjangkau.

Perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa pasar otomotif China tengah memasuki babak baru. Jika sebelumnya subsidi menjadi pendorong utama, kini daya tarik produk, efisiensi biaya penggunaan, dan perkembangan teknologi menjadi alasan utama masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Menperin, Agus Gumiwang di booth BYD GIIAS 2026

Produksi Lokal Mobil Elektrifikasi Kian Diperkuat, Menperin Beri Apresiasi

Menteri Perindustrian sempat melihat dari dekat BYD M6 Dual Mode (DM), model plug-in hybrid yang baru diperkenalkan BYD di Indonesia. Agus juga masuk ke dalam kabin kenda

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut