Harga Baterai Mobil Listrik Mahal, Cuannya Ternyata Segini

Ilustrasi baterai mobil listrik.
Sumber :
  • QZ

Beijing, VoxPop – Harga baterai menjadi salah satu alasan utama mobil listrik masih dibanderol lebih mahal dibanding mobil bermesin bensin. Namun di balik mahalnya komponen tersebut, ternyata tersimpan bisnis dengan keuntungan yang sangat besar.

img_title 3 HP Murah dengan Sinyal Kuat dan Baterai Besar, Solusi Praktis bagi Petani di Daerah Pedesaan

Hal itu terlihat dari kinerja Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia yang berbasis di China. Perusahaan ini mencatat keuntungan fantastis pada kuartal pertama 2026, bahkan melampaui gabungan sejumlah pabrikan mobil besar asal Negeri Tirai Bambu.

Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip VoxPop Otomotif Jumat 19 Juni 2026, CATL membukukan laba bersih sebesar 20,7 miliar yuan atau sekitar Rp46,8 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut lebih besar dibanding total laba tujuh produsen mobil China yang mencapai sekitar 17,5 miliar yuan.

img_title Chery Q Dijual Mulai Rp 239,9 Juta Tapi Belinya Gak Bisa Sembarangan

Daftar pabrikan yang labanya masih berada di bawah CATL antara lain BYD, Geely, Chery, SAIC Motor, Great Wall Motor, Seres, dan Changan. Padahal merek-merek tersebut dikenal sebagai pemain besar yang menjual jutaan kendaraan setiap tahunnya.

Jika dirinci, Chery mencatat laba bersih 4,17 miliar yuan, Geely 4,16 miliar yuan, dan BYD 4,08 miliar yuan sepanjang Januari hingga Maret 2026. Sementara SAIC membukukan laba 3,02 miliar yuan, disusul Great Wall Motor 945 juta yuan, Seres 754 juta yuan, dan Changan 351 juta yuan.

img_title Produksi Lokal Mobil Elektrifikasi Kian Diperkuat, Menperin Beri Apresiasi

Besarnya keuntungan CATL tidak lepas dari dominasinya di pasar baterai kendaraan listrik China. Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan tersebut memasok baterai dengan total kapasitas 59,52 GWh dan menguasai sekitar 46,4 persen pangsa pasar domestik.

Artinya hampir satu dari dua mobil listrik yang diproduksi di China menggunakan baterai buatan CATL. Dominasi tersebut membuat perusahaan memiliki posisi yang sangat kuat dalam rantai pasok industri kendaraan listrik.

Tidak sedikit produsen mobil yang bergantung pada pasokan CATL untuk menjaga produksi tetap berjalan. Sejumlah merek besar bahkan menjalin kerja sama strategis dan membentuk perusahaan patungan untuk mengembangkan teknologi baterai bersama.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam era elektrifikasi kendaraan, sumber keuntungan terbesar tidak selalu berasal dari penjualan mobil. Pemasok teknologi utama seperti produsen baterai justru menjadi pihak yang menikmati pertumbuhan bisnis paling signifikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut