Cara Baru Pabrikan China Ekspor Mobil ke Penjuru Dunia

Ekspor mobil China ke luar negeri.
Sumber :
  • CNC

Beijing, VoxPop – Di balik derasnya ekspor mobil buatan China ke berbagai negara, termasuk Indonesia, ternyata ada tantangan besar yang sedang dihadapi para produsen. Bukan soal permintaan pasar, melainkan keterbatasan kapal khusus pengangkut kendaraan atau Roll-on/Roll-off (Ro-Ro).

img_title Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Selama ini, kapal Ro-Ro menjadi pilihan utama untuk mengirim mobil karena kendaraan bisa langsung dikendarai masuk dan keluar kapal. Namun melonjaknya ekspor kendaraan dari China membuat jumlah kapal yang tersedia tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan pengiriman.

Kondisi tersebut memaksa sejumlah produsen mencari cara lain agar distribusi ke pasar internasional tetap berjalan. Salah satunya dilakukan Leapmotor yang memanfaatkan metode Flat Rack bekerja sama dengan COSCO Shipping Specialized Carriers.

img_title 5 Tanda Filter Kabin Mobil Sudah Harus Diganti

Lewat metode tersebut, mobil ditempatkan di atas rangka baja khusus sebelum diangkat menggunakan derek ke dalam kapal kargo konvensional. Berbeda dengan kapal Ro-Ro, kendaraan tidak dikendarai masuk ke dalam kapal, melainkan dimuat seperti barang logistik lainnya.

Strategi itu terbukti mampu mempercepat pengiriman saat kapasitas kapal Ro-Ro terbatas. Leapmotor bahkan dilaporkan telah mengirim lebih dari 1.800 kendaraan ke Brasil menggunakan metode tersebut, sebelum didistribusikan melalui jaringan logistik milik Stellantis.

img_title Mobil Elektrifikasi Toyota Bakal Makin "Indonesia"

Selain menggunakan rangka khusus, sebagian produsen juga mulai memanfaatkan kontainer sebagai alternatif pengiriman. Dalam satu kontainer berukuran 40 kaki, umumnya dapat dimuat dua hingga empat mobil, tergantung dimensi kendaraan dan metode penataannya.

Perusahaan pelayaran COSCO juga mengembangkan rangka lipat khusus yang memungkinkan mobil disusun hingga delapan lapis di dalam ruang kargo kapal multiguna. Solusi tersebut membuat kapal yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut barang kini juga dapat difungsikan sebagai pengangkut kendaraan.

Meski begitu, kapal Ro-Ro tetap menjadi tulang punggung industri ekspor otomotif global. Metode tersebut masih dianggap paling efisien karena mampu mengangkut ribuan kendaraan dalam satu pelayaran dengan proses bongkar muat yang relatif cepat.

Melihat tingginya permintaan ekspor, beberapa produsen mulai mengambil langkah berbeda. BYD, misalnya, membangun armada kapal pengangkut mobil sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan pelayaran sekaligus mempercepat distribusi ke berbagai negara.

iCar V27

Bukan Hybrid Konvensional, Ini Cara Kerja Teknologi REEV di iCAR V27

iCAR memperkenalkan teknologi Golden REEV pada V27 yang menggabungkan motor listrik dan mesin generator untuk mengurangi range anxiety saat perjalanan jauh.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut