Ratusan Ribu Mobil Buatan RI Berlayar ke Luar Negeri

Booth Mitsubishi di Bangkok Motor Show 2026
Sumber :
  • Mitsubishi Thailand

Jakarta, VoxPop – Kinerja ekspor mobil buatan Indonesia menunjukkan tren positif pada semester pertama 2026. Di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat, pengiriman kendaraan utuh atau completely built up (CBU) ke berbagai negara justru mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

img_title Bukan Hybrid Konvensional, Ini Cara Kerja Teknologi REEV di iCAR V27

Berdasarkan data Gaikindo yang dilihat VoxPop Otomotif Rabu 15 Juli 2026, total ekspor mobil CBU sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 251.705 unit. Jumlah tersebut naik 7,7 persen dibandingkan semester pertama 2025 yang tercatat sebanyak 233.648 unit.

Toyota masih menjadi eksportir mobil terbesar dari Indonesia dengan total 80.820 unit atau menguasai pangsa pasar 32,1 persen. Meski tetap berada di posisi teratas, capaian Toyota hanya naik tipis 0,6 persen dibandingkan semester pertama 2025 yang mencapai 80.326 unit.

img_title 5 Tanda Filter Kabin Mobil Sudah Harus Diganti

Peningkatan paling signifikan di jajaran tiga besar justru diraih Mitsubishi Motors. Pabrikan tersebut berhasil mengekspor 62.145 unit kendaraan, meningkat 26,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 49.090 unit.

Daihatsu juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi. Sepanjang enam bulan pertama 2026, ekspor Daihatsu mencapai 66.004 unit atau naik 28,4 persen dari 51.404 unit pada semester pertama 2025.

img_title Mobil Elektrifikasi Toyota Bakal Makin "Indonesia"

Berbeda dengan tiga merek tersebut, Hyundai justru mengalami penurunan ekspor. Total kendaraan yang dikirim ke luar negeri turun 14,7 persen menjadi 22.147 unit, sementara Suzuki merosot 19,8 persen menjadi 9.584 unit.

Honda juga mencatat penurunan sebesar 16,8 persen menjadi 7.211 unit, sedangkan Isuzu turun paling dalam di kelompok produsen utama, yakni 40,8 persen menjadi 2.802 unit.

Di sisi lain, Wuling menjadi merek dengan pertumbuhan ekspor tertinggi di antara produsen yang masih aktif melakukan pengiriman CBU. Merek asal China tersebut membukukan ekspor 840 unit atau melonjak 71,8 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu yang hanya mencapai 489 unit.

Sementara itu, Chery yang pada semester pertama 2025 masih mengekspor 745 unit kendaraan belum mencatatkan ekspor sama sekali pada periode Januari-Juni 2026. Hal serupa juga terjadi pada DFSK yang tidak lagi membukukan pengiriman kendaraan utuh ke pasar luar negeri.

Selain ekspor CBU, pengiriman kendaraan dalam bentuk completely knocked down (CKD) juga tumbuh cukup pesat. Total ekspor CKD mencapai 39.430 unit, naik 37,7 persen dibandingkan semester pertama 2025 yang sebanyak 28.639 unit.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut