BYD Berencana Geser Toyota dalam Waktu 5 Tahun
- Chinaautoweb
Beijing, VoxPop – BYD tak lagi menyembunyikan ambisinya untuk menjadi produsen mobil terbesar di dunia. Pabrikan asal China itu kini secara terbuka menargetkan menggeser Toyota dari posisi puncak penjualan global dalam lima tahun ke depan, meski tanpa mengandalkan pasar Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Executive Vice President BYD, Stella Li, setelah perusahaan mencatatkan produksi kumulatif 17 juta kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV). Menurutnya, target tersebut akan dicapai melalui pertumbuhan organik, bukan lewat akuisisi produsen otomotif lain.
"Kami tidak membutuhkan akuisisi untuk menjadi nomor satu. Jika suatu hari ada peluang yang tepat terhadap merek mewah Eropa, kami tentu akan mempertimbangkannya. Namun saat ini tidak ada target akuisisi," ujarnya.
Strategi BYD kini lebih banyak bertumpu pada ekspansi pasar internasional. Perusahaan mempercepat penetrasi di Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, hingga Australia sebagai motor pertumbuhan baru di tengah perlambatan penjualan domestik di China.
Data China EV DataTracker yang dilihat VoxPop Otomotif Kamis 16 Juli 2026 menunjukkan, penjualan mobil penumpang BYD di China sempat mengalami penurunan selama delapan bulan berturut-turut secara tahunan. Pada semester pertama 2026, BYD membukukan penjualan global sebanyak 1.777.321 unit, turun 16,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penjualan di pasar domestik bahkan anjlok 45,9 persen menjadi 795.169 unit. Namun penjualan ekspor terus meningkat sehingga diyakini mampu menopang kinerja perusahaan pada paruh kedua tahun ini.
Ambisi BYD sebenarnya sudah lebih dulu disampaikan pendiri sekaligus Chairman BYD, Wang Chuanfu. Ia optimistis perkembangan teknologi pengisian daya cepat dan pertumbuhan pasar luar negeri akan menjadi kunci untuk mengejar Toyota.
Meski demikian, tantangan yang dihadapi BYD masih sangat besar. Sepanjang 2025, BYD menjual sekitar 4,55 juta kendaraan di seluruh dunia, sementara Toyota masih memimpin dengan 10,5 juta unit secara global, belum termasuk merek Daihatsu dan Hino.
Untuk 2026, BYD menargetkan penjualan global sebanyak 5 hingga 5,5 juta kendaraan energi baru, termasuk sekitar 1,5 juta unit dari pasar luar negeri. Artinya, perusahaan masih harus melipatgandakan volumenya jika ingin benar-benar menyamai, apalagi melampaui, Toyota dalam lima tahun mendatang.
