Jangan Sampai Keliru, Ini Bedanya Mobil Hybrid, PHEV, EREV, dan REEV
- VoxPop Otomotif
Jakarta, VoxPop – Pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin beragam. Jika sebelumnya masyarakat hanya mengenal mobil hybrid dan mobil listrik, kini mulai bermunculan model dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV) hingga Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Banyaknya istilah baru tersebut membuat sebagian konsumen bingung membedakan cara kerja masing-masing teknologi. Padahal, setiap sistem memiliki karakteristik berbeda, mulai dari cara mengisi baterai hingga peran mesin bensin dalam menggerakkan kendaraan.
Berikut perbedaan antara hybrid, PHEV, EREV, dan REEV yang perlu diketahui, disadur VoxPop Otomotif dari Slashgear, Rabu 22 Juli 2026:
Hybrid (HEV)
Hybrid atau Hybrid Electric Vehicle merupakan teknologi elektrifikasi yang paling lebih dulu dikenal di Indonesia. Pada sistem ini, mesin bensin dan motor listrik sama-sama berperan menggerakkan roda kendaraan.
Baterai pada mobil hybrid tidak perlu diisi menggunakan charger karena dayanya diperoleh dari mesin bensin dan proses pengereman regeneratif. Itulah sebabnya mobil hybrid tetap dapat digunakan layaknya mobil konvensional tanpa perlu mencari stasiun pengisian daya.
Sejumlah model yang menggunakan teknologi ini di Indonesia antara lain Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Toyota Yaris Cross Hybrid, hingga Honda CR-V RS e:HEV.
Plug-in Hybrid (PHEV)
Berbeda dengan hybrid biasa, Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV memiliki baterai berkapasitas lebih besar dan dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal.
Pada teknologi ini, mesin bensin dan motor listrik tetap sama-sama mampu menggerakkan roda. Saat baterai penuh, mobil dapat melaju menggunakan tenaga listrik murni dalam jarak tertentu sebelum mesin bensin bekerja membantu penggerak.
Beberapa model PHEV yang kini dipasarkan di Indonesia antara lain Geely Starray EM-i, Jaecoo J7, Chery Tiggo 8 CSH, dan Lexus RX 450h+.
Extended-Range Electric Vehicle (EREV)
EREV menjadi salah satu teknologi yang mulai hadir di Indonesia pada 2026. Sistem ini memiliki konsep berbeda dibanding hybrid maupun PHEV.
Pada kendaraan EREV, roda selalu digerakkan oleh motor listrik. Mesin bensin tidak terhubung langsung dengan roda, melainkan hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk mengisi baterai ketika kapasitas daya mulai menurun.
