Terpopuler: Pabrik Mazda di RI, Mobil Listrik China Murah, hingga Mobil Bekas Rp100 Jutaan
- VoxPop/Yunisa Herawati
Jakarta, VoxPop – Industri otomotif nasional kembali mencatat perkembangan penting menjelang GIIAS 2026. Peresmian pabrik Mazda di Indonesia, persaingan mobil listrik asal China, hingga rekomendasi mobil bekas hemat bahan bakar menjadi topik yang paling banyak dibaca pembaca VoxPop Otomotif. Berikut tiga artikel terpopuler VoxPop Otomotif:
1. Pabrik Mazda Resmi Berdiri di RI, Ini Mobil Pertama yang Diproduksi
Pabrik Mazda di Indonesia
- VoxPop/Yunisa Herawati
Mazda resmi memulai produksi kendaraan di Indonesia melalui fasilitas perakitan yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor. Mobil pertama yang dirakit secara lokal adalah Mazda CX-30, sekaligus menandai babak baru komitmen Mazda dalam memperkuat pasar Indonesia sebagai salah satu basis penting di kawasan ASEAN.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi awal sekitar 5.700 unit per tahun dan menerapkan standar kualitas global Mazda. Kehadiran pabrik ini juga diharapkan meningkatkan daya saing produk Mazda sekaligus mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional. Baca selengkapnya.
2. Sebelum ke GIIAS 2026, Cek Dulu Harga 5 Mobil Listrik China Termurah
BYD Atto 1 Standard
- BYD
Menjelang GIIAS 2026, pilihan mobil listrik asal China di Indonesia semakin beragam dengan harga yang semakin kompetitif. Beberapa model bahkan dipasarkan dengan banderol yang mampu bersaing dengan mobil bermesin konvensional di kelas yang sama.
Persaingan harga tersebut membuat konsumen memiliki lebih banyak alternatif saat ingin beralih ke kendaraan listrik. Selain harga yang terjangkau, berbagai model juga sudah dibekali fitur modern serta jarak tempuh yang semakin kompetitif. Baca selengkapnya.
3. 5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Irit BBM
Deretan Mobil Bekas di Showroom Jakarta Selatan
- VoxPop/Muhammad Thoifur
Mobil bekas dengan harga di bawah Rp100 juta masih menjadi pilihan favorit masyarakat yang menginginkan kendaraan pribadi dengan biaya kepemilikan yang terjangkau. Sejumlah model dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang irit sekaligus perawatan yang relatif mudah.
Selain hemat digunakan untuk aktivitas harian, mobil-mobil tersebut juga memiliki suku cadang yang melimpah sehingga biaya perbaikannya tidak terlalu membebani pemilik. Faktor inilah yang membuat pasar mobil bekas di segmen ini tetap ramai diminati. Baca selengkapnya.
