Mitsubishi Pede Xforce Hybrid Gak Bikin Pemilik Kelimpungan
- VoxPop/Yunisa Herawati
Tangerang Selatan, VoxPop – Mobil hybrid semakin diminati masyarakat Indonesia, tetapi masih ada satu hal yang kerap menjadi pertimbangan calon pembeli, yakni ketersediaan suku cadang. Berbeda dengan mobil bermesin konvensional, kendaraan elektrifikasi sering dianggap memiliki komponen yang lebih rumit sehingga muncul kekhawatiran soal perawatan jangka panjang.
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memastikan hal tersebut sudah diantisipasi sejak awal peluncuran New Xforce Hybrid. Pabrikan asal Jepang itu mengklaim jaringan dealer resmi telah dipersiapkan untuk melayani kebutuhan suku cadang model terbaru tersebut.
Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro, mengatakan persaingan di segmen compact SUV saat ini memang semakin ketat. Kehadiran berbagai model baru, termasuk dari merek-merek China, membuat produsen tidak cukup hanya menawarkan produk yang menarik.
Menurutnya, layanan purna jual menjadi salah satu faktor penting yang ikut menentukan keputusan konsumen dalam membeli kendaraan.
"Segmen ini memang sangat kompetitif. Banyak pemain baru, banyak teknologi baru. Tetapi kami melihat respons pasar terhadap New Xforce cukup baik, sehingga kami optimistis bisa bersaing," ujar Irwan di ICE BSD, Tangerang Selatan.
Ia menjelaskan, kepercayaan diri Mitsubishi tidak hanya berasal dari teknologi hybrid yang diusung New Xforce, tetapi juga didukung jaringan dealer dan layanan purna jual yang telah dibangun selama puluhan tahun di Indonesia.
Irwan menyebut pengalaman lebih dari 55 tahun di pasar nasional menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan konsumen, terutama dalam hal servis dan penyediaan suku cadang.
Dalam sesi yang sama, MMKSI juga mengungkapkan bahwa sebagian besar komponen New Xforce Hybrid masih memiliki kesamaan dengan Xforce bermesin bensin yang sudah lebih dulu dipasarkan. Kondisi tersebut dinilai memudahkan proses penyediaan suku cadang di jaringan dealer.
Pabrikan asal Jepang itu mengklaim seluruh diler telah diminta menyiapkan stok komponen yang dibutuhkan sehingga konsumen tidak perlu khawatir ketika harus melakukan perawatan maupun penggantian suku cadang.
Strategi ini sekaligus menjadi jawaban atas anggapan bahwa mobil hybrid akan lebih sulit dirawat dibandingkan mobil bermesin konvensional.
