Investasi Pabrik Mobil Masih Tersendat, Purbaya Minta Pelaku Industri Langsung Lapor
- Seven Event
Tangerang Selatan, VoxPop - Pemerintah berupaya mempercepat realisasi investasi di sektor otomotif dengan memangkas berbagai hambatan perizinan yang selama ini dinilai memperlambat pembangunan fasilitas produksi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing Indonesia sebagai basis manufaktur kendaraan di kawasan.
Komitmen itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Gaikindo Indonesia International Automotive Conference (GIAC) 2026. Menurut dia, pemerintah kini tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga aktif membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi investor agar proyek dapat segera berjalan.
Purbaya mengatakan, percepatan investasi menjadi salah satu faktor penting jika Indonesia ingin menarik lebih banyak produsen otomotif global. Di tengah persaingan dengan negara lain di Asia Tenggara, kecepatan dalam mengurus perizinan dinilai sama pentingnya dengan pemberian insentif.
Ia mencontohkan pengalaman salah satu investor yang menyampaikan rencana pembangunan pabrik di Indonesia. Menurutnya, sejak rencana investasi disampaikan hingga peletakan batu pertama atau groundbreaking, seluruh proses dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.
"Semua perizinan kami bantu koordinasikan. Kalau ada kementerian yang perlu dilibatkan, kami panggil. Kalau ada persoalan impor, kami koordinasikan. Target kami adalah mempercepat realisasi investasi," ujar Purbaya.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut akan terus diterapkan kepada investor yang ingin membangun fasilitas produksi di Indonesia. Pemerintah ingin memastikan proses administrasi tidak menjadi hambatan utama dalam merealisasikan investasi.
Selain mempercepat proses perizinan, pemerintah juga telah membentuk satuan tugas khusus yang bertugas menerima laporan dari pelaku usaha mengenai berbagai kendala investasi. Melalui mekanisme itu, setiap hambatan yang muncul dapat dibahas bersama kementerian maupun lembaga terkait untuk segera dicarikan solusi.
Menurut Purbaya, satgas tersebut menggelar pertemuan secara rutin untuk mengevaluasi berbagai laporan yang masuk. Hingga saat ini, pemerintah telah menerima lebih dari 160 laporan dari pelaku usaha, dengan puluhan di antaranya telah diselesaikan.
Ia menyebut salah satu contoh penyelesaian hambatan investasi adalah proyek pengembangan lapangan gas yang telah tertunda selama lebih dari dua dekade. Setelah masuk ke dalam pembahasan satgas, berbagai persoalan yang menghambat proyek tersebut dapat diselesaikan sehingga investasi kembali berjalan.
Contoh lainnya adalah penyelesaian persoalan pembayaran pada proyek pembangkit listrik tenaga sampah Benowo. Pemerintah memutuskan mempercepat penyelesaian kewajiban pembayaran agar operasional proyek tidak terganggu.
Purbaya menilai pola penyelesaian seperti itu juga akan diterapkan pada sektor otomotif apabila terdapat hambatan yang mengganggu investasi maupun kegiatan produksi. Ia bahkan meminta pelaku industri menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi agar pemerintah dapat segera mengambil langkah.
Menurut dia, keberhasilan menarik investasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar domestik, tetapi juga oleh kepastian regulasi, kecepatan pengambilan keputusan, serta koordinasi antarinstansi pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah masih menempatkan industri otomotif sebagai salah satu sektor strategis nasional. Industri ini dinilai memiliki efek berganda yang besar karena melibatkan rantai pasok mulai dari industri baja, elektronik, kimia, logistik hingga usaha kecil dan menengah.
Karena itu, pemerintah berharap semakin banyak produsen kendaraan yang menjadikan Indonesia sebagai lokasi produksi. Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, fasilitas manufaktur tersebut juga diharapkan dapat menjadi basis ekspor ke berbagai negara sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.
