BYD Klaim Biaya Servis Mobil Hybrid-nya 30 Persen Lebih Murah
- VoxPop/Yunisa Herawati
Tangerang Selatan, VoxPop - Biaya perawatan masih menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum membeli mobil hybrid. Menjawab hal itu, PT BYD Motor Indonesia mengklaim kendaraan hybrid dengan teknologi Dual Mode (DM) mampu menawarkan biaya servis hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan mobil bermesin konvensional di segmen yang sama.
Head of Public and Government Relations PT. BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan menyebut efisiensi biaya kepemilikan tidak hanya berasal dari konsumsi bahan bakar yang lebih hemat, tetapi juga dari teknologi yang membuat perawatan kendaraan menjadi lebih sederhana.
"Bagi pelanggan, pengalaman kepemilikan kendaraan yang memberikan rasa percaya diri tidak hanya ditentukan oleh layanan purna jual, tetapi juga oleh kemampuan kendaraan dalam menghadirkan efisiensi, keandalan, dan biaya operasional yang lebih terjangkau sepanjang masa penggunaan," kata dia di ICE BSD, Tangerang Selatan.
Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, BYD M6 DM disebut mampu menghadirkan efisiensi biaya perawatan sekitar 30 persen lebih baik dibandingkan kendaraan konvensional di kelas yang sama. Potensi penghematan tersebut diklaim dapat dinikmati tanpa mengorbankan kenyamanan maupun performa berkendara.
Menurutnya, salah satu alasan biaya servis lebih rendah adalah filosofi kerja teknologi Dual Mode yang mengutamakan motor listrik sebagai penggerak utama atau electric-first. Dalam penggunaan sehari-hari, khususnya di area perkotaan, kendaraan dapat melaju menggunakan tenaga listrik hingga sekitar 80 persen, sedangkan mesin bensin hanya bekerja ketika diperlukan melalui mode hybrid series maupun parallel.
Dominannya penggunaan motor listrik membuat beban kerja mesin bensin menjadi lebih ringan. Dampaknya, komponen mesin tidak bekerja seintens kendaraan konvensional sehingga kebutuhan perawatan juga lebih rendah.
Setelah servis pertama, mobil hybrid BYD hanya memerlukan perawatan berkala satu kali dalam setahun atau setiap 20.000 kilometer berdasarkan odometer. Untuk penggunaan dalam mode hybrid, servis dilakukan setiap 10.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu.
"Dominannya penggunaan motor listrik juga membantu mengurangi beban kerja mesin bensin, sehingga berkontribusi pada perawatan kendaraan yang lebih sederhana dan efisien," kata dia.
Efisiensi tersebut didukung tiga komponen utama dalam teknologi Dual Mode, yakni mesin hybrid 1.500 cc generasi terbaru, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery.
Mesin hybrid terbaru BYD diklaim memiliki efisiensi termal hingga 46,06 persen. Mesin tersebut dipadukan dengan Advanced Intelligent Split Cooling Technology yang berfungsi menjaga suhu kerja mesin tetap optimal agar performa dan daya tahannya tetap terjaga.
Sementara Electric Hybrid System mengintegrasikan motor listrik, sistem kontrol elektronik, dan transmisi dalam satu unit sehingga penyaluran tenaga berlangsung lebih efisien dan perpindahan antar mode berkendara terasa lebih halus.
Tak hanya mengandalkan teknologi, BYD juga memperkuat layanan purna jual. Konsumen mendapatkan garansi kendaraan hingga enam tahun atau 150.000 kilometer, sedangkan motor penggerak dan baterai tegangan tinggi dilindungi garansi hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer.
"Di BYD, kami percaya bahwa pengalaman kepemilikan kendaraan dimulai jauh sebelum pelanggan berkendara untuk pertama kalinya dan terus berlanjut sepanjang masa kepemilikan. Karena itu, inovasi bagi kami tidak hanya berarti menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga memastikan setiap pelanggan didukung oleh layanan yang andal, ekosistem yang terintegrasi, serta jaringan yang terus berkembang," ujar President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao.
Selain itu, BYD juga menyediakan pembaruan perangkat lunak melalui fitur Over-the-Air (OTA) Updates, layanan Roadside Assistance 24 jam dengan jangkauan hingga 50 kilometer menuju dealer terdekat, serta call center bebas pulsa sebagai bagian dari layanan purna jualnya.
