Industri Pelumas Mulai Tinggalkan Cara Lama
- Istimewa
Jakarta, VoxPop – Persaingan di industri pelumas kini tak lagi hanya mengandalkan kualitas produk atau inovasi teknologi. Perusahaan mulai mengubah strategi dengan berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia agar mampu memberikan layanan dan solusi yang lebih menyeluruh kepada pelanggan.
Perubahan ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap pendampingan teknis, konsultasi produk, hingga layanan purnajual yang lebih profesional. Kondisi tersebut membuat kemampuan tenaga penjualan, distributor, hingga mitra bisnis menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan.
Tren tersebut terlihat dari semakin banyaknya perusahaan pelumas yang menggelar program pengembangan kompetensi bagi jaringan distribusinya. Materi yang diberikan pun tidak lagi terbatas pada pengetahuan produk, tetapi juga mencakup kepemimpinan, strategi bisnis, teknik penjualan, hingga kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan.
Salah satu contohnya dilakukan PT Pacific Lubritama Indonesia (PLI), perusahaan yang menjalankan bisnis pelumas Repsol di Indonesia. Melalui program Top Talent 2026 bertema Elevate to Lead, perusahaan menghadirkan pembicara dari Indonesia, Singapura, hingga Spanyol untuk membagikan pengalaman dan praktik terbaik yang diterapkan di berbagai negara.
Program tersebut berlangsung selama tiga hari dengan materi yang meliputi penguatan technical knowledge, aplikasi produk, strategi bisnis B2B, kolaborasi pemasaran, pengembangan kepemimpinan, hingga peningkatan soft skills. Peserta juga didorong menerapkan konsep Train the Trainer sehingga ilmu yang diperoleh dapat diteruskan kepada tim di wilayah masing-masing.
Head of Marketing Repsol Lubricants Indonesia, Alejandro Werd Alonso, mengatakan perusahaan global saat ini memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghadirkan produk berkualitas. Menurutnya, pengembangan kompetensi mitra bisnis menjadi bagian penting untuk menciptakan layanan yang lebih profesional bagi pelanggan.
"Sebagai brand pelumas global, Repsol memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghadirkan produk berkualitas. Kami ingin membangun ekosistem yang lebih kuat melalui pengembangan kompetensi para mitra bisnis dan distributor di Indonesia," ujarnya, dikutip VoxPop Otomotif Rabu 5 Agustus 2026.
Ia menambahkan bahwa ketika jaringan distribusi memiliki kompetensi yang lebih baik, pelanggan akan memperoleh solusi yang lebih tepat, konsultasi teknis yang lebih profesional, serta pengalaman layanan yang sesuai dengan standar global.
