Menguak Perbedaan Karakter Jetour T1 dan T2

Booth Jetour di GIIAS 2026
Sumber :
  • VoxPop/Yunisa Herawati

Tangerang Selatan, VoxPop – Mobil plug-in hybrid mulai mendapat perhatian di Indonesia karena menawarkan dua sumber tenaga dalam satu kendaraan, yakni mesin bensin dan motor listrik. Namun, bukan berarti setiap model memiliki karakter yang sama, meski berasal dari pabrikan yang sama.

img_title Bukan Sekadar Pajangan, Mobil Modifikasi Daihatsu Ini Tetap Siap Dipakai Harian

Hal itu terlihat pada Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM. Keduanya mengusung teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM), tetapi dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda agar bisa menjawab kebutuhan pengguna yang juga tidak sama.

Menurut Product Senior Manager PT Jetour Sales Indonesia, Irwan Nugraha Kurnia, perusahaan sengaja menghadirkan dua karakter kendaraan agar konsumen memiliki pilihan sesuai gaya berkendaranya.

img_title BYD Mulai Pakai Ban dan Kaca Buatan Lokal

"Ada yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan untuk mobilitas sehari-hari, sementara ada pula yang mencari performa lebih tinggi untuk perjalanan jarak jauh maupun menjelajah berbagai medan," ujarnya, dikutip VoxPop Otomotif Jumat 7 Agustus 2026.

Jika dilihat dari konsep pengembangannya, Jetour T1 i-DM lebih ditujukan sebagai SUV yang nyaman digunakan setiap hari. Karakter tersebut didukung penggunaan satu motor listrik yang dipadukan dengan transmisi 1-Speed Dedicated Hybrid Transmission (DHT), sehingga perpindahan tenaga dibuat lebih halus dan efisien untuk penggunaan di perkotaan maupun perjalanan antarkota.

img_title Terpopuler: Mobil Listrik Makin Murah, Impresi Suzuki XL7 Hybrid, hingga Perang Harga Kendaraan

Berbeda dengan saudaranya, Jetour T2 i-DM dirancang untuk konsumen yang menginginkan performa lebih besar. Model ini menggunakan dua motor listrik yang bekerja bersama transmisi 3-Speed DHT, sehingga respons akselerasi lebih cepat dan tenaga yang dihasilkan lebih besar saat dibutuhkan.

Perbedaan itu tidak hanya terasa saat pedal gas diinjak, tetapi juga pada cara sistem hybrid mengatur sumber tenaga. Jetour T1 i-DM memiliki lima skenario kerja yang mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi jalan.

Sementara Jetour T2 i-DM dibekali sembilan skenario hybrid yang membuat distribusi tenaga menjadi lebih fleksibel. Sistem tersebut mampu menyesuaikan penggunaan mesin dan motor listrik ketika menghadapi kemacetan, melaju di jalan tol, maupun saat membutuhkan tenaga ekstra.

Meski karakter keduanya berbeda, kedua SUV tersebut sama-sama menggabungkan mesin bensin 1.5 TGDI dengan motor listrik dan sistem transmisi hybrid khusus. Pengemudi juga dapat memilih berbagai mode berkendara sesuai kebutuhan, sementara sistem akan mengatur perpindahan sumber tenaga secara otomatis agar efisiensi tetap terjaga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut