Libur Natal dan Tahun Baru, Mobil Ini Dilarang Lewat Jalan Tol

Gerbang Tol Pasteur, Bandung, Jabar.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/ Adi Suparman (Bandung)

VoxPop – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 ini, pemerintah lewat Kementerian Perhubungan menjelaskan adanya aturan baru terkait persyaratan perjalanan dalam negeri.

img_title Aplikasi Hutama Karya Makin Canggih, Ada fitur Pembayaran Tol Nirsentuh hingga Pengingat Istirahat saat Berkendara

Menurut Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menjelaskan bahwa, aturan tersebut tertuang dalam SE 109 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Darat Selama Masa Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease.

Dalam SE 109 Tahun 2021 memuat ketentuan pengalihan arus lalu lintas operasional mobil barang dari ruas jalan tol ke jalan nasional berlaku bagi mobil barang dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang sumbu 3 atau lebih, kereta tempelan, kereta gandengan, dan mobil barang yang mengangkut bahan galian, bahan tambang, atau bahan bangunan. 

img_title Jasa Marga Tanam Ribuan Pohon di Jalan Tol dan Rest Area, Ini Fungsinya

Lebih lanjut Budi menjelaskan jika ketentuan pengalihan operasional mobil barang tersebut, tidak berlaku bagi mobil pengangkut BBM atau BBG, barang ekspor/impor menuju /dari dan ke pelabuhan laut yang menangani ekspor impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta bahan makanan pokok. 

,Ia menjelaskan ketentuan lainnya yang berlaku bagi pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik di Pulau Jawa dan Bali, yaitu jika sudah divaksin dosis lengkap maka dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antigen maksimal 14x 24 jam sebelum keberangkatan. 

img_title Gara-gara Sering Ada Mobil Lawan Arah, 400 Titik Jalan Dipasang Sensor Canggih

“Namun jika baru menerima vaksin dosis pertama, dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antigen dalam jangka waktu maksimal 7x24 jam. Dan bagi yang belum mendapatkan vaksinasi sama sekali, diharapkan menunjukkan hasil negatif rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan,” jelasnya. 

Di sisi lain, Dirjen Budi menyatakan untuk pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik di luar Pulau Jawa dan Bali, wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen maksimal 1x24 sebelum keberangkatan dan dikecualikan syarat kartu vaksinasi. 

Khusus bagi pelaku perjalanan rutin di wilayah aglomerasi tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan negatif rapid test antigen. Lebih lanjut lagi, disebutkan juga jika pelaku perjalanan jauh di bawah usia 12 tahun wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan dan dikecualikan syarat kartu vaksinasi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut