Seberapa Aman Mobil Listrik dari Risiko Kebakaran?

Ilustrasi mobil listrik terbakar
Sumber :
  • Carnewschina

Jakarta, VoxPop – Baru-baru ini, sebuah mobil listrik BYD Seal yang sedang terparkir selama tiga hari di Palmerah, Jakarta Barat, tiba-tiba mengeluarkan asap disertai suara ledakan.

img_title Sebelum Beli Mobil Listrik, Wajib Coba Mobil yang Satu Ini di GIIAS 2026

Meskipun mobil ini menggunakan blade battery, jenis baterai yang diklaim lebih aman daripada lithium-ion, insiden tersebut berpotensi memunculkan kembali kekhawatiran publik soal keamanan mobil listrik, khususnya terkait potensi masalah pada sistem kelistrikan atau baterai.

Dilansir VoxPop dari laman edmunds, mobil listrik disebutkan lebih aman dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.

img_title Terpopuler: Deretan Motor Royal Enfield, Harga Mobil Listrik GAC Turun, hingga Jurus VinFast Bikin Tenang

Tidak seperti mobil konvensional/internal combustion engine (ICE) yang membawa bahan bakar sangat mudah terbakar, mobil listrik tidak memiliki tangki bensin.

Namun, mobil listrik menggunakan baterai berkapasitas besar yang sangat sensitif terhadap kerusakan fisik maupun kesalahan pengisian daya.

img_title Chery Q Dijual Mulai Rp 239,9 Juta Tapi Belinya Gak Bisa Sembarangan

Ilustrasi Mobil Listrik

Photo :
  • freepik.com/frimufilms

Salah satu penyebab paling umum terjadinya kebakaran pada kendaraan listrik adalah kerusakan pada baterai, khususnya akibat benturan keras.

Dalam kasus tertentu, sel baterai bisa pecah dan memicu reaksi kimia yang menyebabkan panas ekstrem.

Proses ini disebut thermal runaway, yakni kondisi di mana reaksi kimia berlangsung tanpa kendali, menghasilkan suhu tinggi yang dapat menyebabkan api menjalar dengan cepat ke seluruh paket baterai.

Selain kerusakan fisik, pengisian daya yang tidak seimbang atau sistem manajemen baterai yang bermasalah juga bisa memicu kondisi serupa.

Oleh karena itu, desain baterai dan sistem pendingin yang baik sangatlah penting.

Kemudian untuk menghindari panas berlebih, mobil listrik modern menggunakan sistem pendinginan aktif.

Beberapa model murah atau lama masih menggunakan pendinginan pasif berbasis udara, sedangkan mobil listrik kelas atas umumnya memakai sistem pendingin cair, mirip dengan radiator pada mobil bensin.

Pendinginan ini bertugas menjaga suhu sel tetap stabil, terutama saat pengisian daya cepat atau penggunaan dalam kondisi ekstrem.

Perlu diketahui, tidak semua mobil listrik menggunakan jenis baterai yang sama. Baterai lithium-ion memang paling umum digunakan karena kapasitas energinya tinggi, tetapi ada juga teknologi lain seperti baterai LFP (lithium iron phosphate) dan Blade Battery, yang dirancang lebih tahan terhadap kerusakan struktural dan suhu ekstrem.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut