2 Motor Honda Dihapus dari Brosur

Honda Grazia di sela peluncuran di India.
Sumber :
  • Indianautosblog

VoxPop – Salah satu cara yang diterapkan pebisnis untuk mempertahankan minat konsumen, adalah dengan menghadirkan versi baru. Ini terjadi di semua sektor, termasuk otomotif.

img_title Pemerintah Gencar Lakukan 6 Upaya Ini untuk Tekan Emisi Nasional

Setiap tahun, umumnya satu merek menghadirkan tidak kurang dari tiga model baru. Bahkan, ada yang meluncurkan lebih dari 10 produk anyar, baik itu versi penyegaran maupun benar-benar baru.

Alasan lain membuat versi yang beda dari generasi sebelumnya, yakni untuk menyesuaikan dengan aturan baru yang dikeluarkan pemerintah setempat. Hal itu yang saat ini, terjadi di India.

img_title Tilang Emisi Kendaraan Diusulkan Pakai ETLE, Bagaimana Caranya?

Dilansir dari Gaadiwaadi, Senin 13 April 2020, para produsen kendaraan di negara tersebut hingga saat ini masih sibuk melakukan peluncuran produk baru.

Hal itu dilakukan, karena pemerintah India resmi memberlakukan aturan baru emisi gas buang kendaraan bermotor, yakni mulai 1 April. Semua mobil dan motor yang diproduksi, harus memenuhi standar emisi BS VI.

img_title Catat, 14 SPBU di Jabodetabek Ini Gelar Uji Emisi Gratis

Meski informasi itu sudah disosialisasikan sejak tahun lalu, namun masih ada pabrikan yang belum selesai mengubah spesifikasi mesin produk kendaraan mereka. Salah satunya, Honda India.

Dua sepeda motor yang termasuk jadi andalan mereka, yakni Aviator dan Grazia harus dihapus sementara dari brosur. Sebab, mesin yang dipasang pada dua model tersebut masih menggunakan standar emisi lama.

Karena dilarang untuk dijual, maka Honda India memutuskan menghapus dua model itu dari brosur mereka yang dipajang di dunia maya. Namun, itu hanya sementara, karena pabrikan motor berlogo sayap mengepak tersebut sedang menyiapkan versi barunya.

Sebagai informasi, Aviator adalah skuter matik Honda yang ditawarkan dengan banderol 57 ribu Rupee, atau sekitar Rp11,8 juta. Sementara, Grazia harganya lebih mahal, yakni 63 ribu Rupee atau setara Rp13 juta.

Ilustrasi tracking kendaraan

Banyak Armada Masih Boros BBM, Sistem Monitoring Emisi Mulai Dilirik

Kebutuhan industri terhadap penghitungan emisi karbon yang lebih terukur semakin meningkat, terutama di sektor transportasi dan logistik. Di sisi lain, banyak perusahaan

img_title
VoxPop.co.id
4 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut