Mencoba Jinakkan Motor 'Brutal' MV Agusta
- voxpop.id/Jeffry Sudibyo
Hal itu karena motor ini memang telah dipersenjatai teknologi Electronically Assisted Shift (EAS) versi terbaru, perpindahan gigi baik naik maupun turun terasa halus tanpa perlu menekan kopling.
Sehingga perpindahan gigi saat naik maupun turun yang dikombinasikan dengan sistem kopling slipper clutch-nya sangat halus. Tapi yang perlu dicatat, jika rpm rendah saat ingin menambahkan gigi dengan tanpa menggunakan kopling, tidak bisa.
Pabrikan asal Italia ini juga menyematkan teknologi MVICS (Motor & Vehicle Integrated Control System) sehingga saat naked bike generasi kelima ini kami ajak bermanuver dengan kecepatan rata-rata 60-70 di tikungan ‘S’ Sentul, tetap mudah dikontrol meskipun torsi yang dihasilkan besar.
Kontrol yang stabil itu juga dibantu dari struktur sasis yang baru, pun pada single arm desain terbaru yang lebih panjang dari generasi sebelumnya. Selain itu dengan upside down depan fork 43 mm yang tinggi keseluruhan 125 mm membuat proses pengereman motor ini stabil.
Karena dengan ukuran double disk depan 320 mm dengan kaliper lansiran Brembo empat piston 32 mm saat menekan rem tidak perlu pakai tenaga hanya menyentuh handle saja motor sudah manut. Karena setiap manuver dan bertemu tikungan, VoxPop.co.id tidak pernah menggunakan rem belakang.
Sementara pengereman belakang meski disk lebih kecil ukurannya 220 mm dengan kaliper Brembo dua piston berukuran 34 mm. Jelas berbahaya jika melakukan pengetesan di sirkuit, karena saat motor melaju kencang dan engine brake yang dipadukan dengan rem belakang motor sekejap berhenti dan sedikit goyang. (one)
