Cek Fakta: Video Rusia Mendukung Indonesia dalam Perang Menghadapi Australia

Akun Facebook Indonesia Ku pada 7 Januari 2023 mengunggah video dengan klaim bahwa Amerika Serikat menuduh Indonesia meminta bantuan ke Rusia untuk menghadapi konflik dengan Australia.
Sumber :
  • Cekfakta.com

VoxPop Fakta – Akun Facebook Indonesia Ku (https://web.facebook.com/profile.php?id=100089233776344) pada 7 Januari 2023 mengunggah video dengan klaim bahwa Amerika Serikat menuduh Indonesia meminta bantuan ke Rusia untuk menghadapi konflik dengan Australia.

img_title Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Konflik Indonesia-Australia itu dipicu oleh kapal-kapal milik Australia yang nekat beroperasi di Pulau Pasir yang merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Selain itu, Australia juga telah memberikan klaim sepihak mengenai kepemilikan atas Pulau Pasir.

Australia, yang didukung penuh oleh militer Inggris, telah mengerahkan armada kapal selam bertenaga nuklir di pantai sebelah barat Australia. Indonesia telah membentuk pasukan khusus yang didukung oleh Rusia dan Iran serta telah memiliki sistem pertahanan udara yang kuat berupa pangkalan rudal jarak jauh yang telah ditempatkan secara merata di sekitar Jakarta.

img_title Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

Berdasarkan hasil penelusuran, ternyata unggahan tersebut adalah konten yang dimanipulasi. Narasi dalam video yang mengklaim bahwa Pulau Pasir adalah milik Indonesia dan telah masuk ke ZEE adalah informasi yang salah. Pasalnya, pada 24 Oktober 2022, Kementerian Luar Negeri melalui Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional RI, Amrih Jinankung, telah menegaskan bahwa selama ini Pulau Pasir memang tidak pernah menjadi bagian dari Indonesia.

img_title Zelensky: Gencatan Senjata Lebih Baik Daripada Perang 10 sampai 20 Tahun

Pernyataan tersebut juga didukung oleh Abdul Kadir Jailani, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika yang mengatakan bahwa Pulau Pasir merupakan bagian dari Australia. Kendati demikian, nelayan Indonesia masih diperbolehkan untuk berlayar di sekitar perairan tersebut.

Unggahan tersebut juga hanya berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan, sehingga terdapat ketidaksesuaian antara narasi dengan judul yang diunggah. Misalnya, pada narasi dengan klaim bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menjatuhkan sanksi gelombang kelima terhadap Rusia karena telah ikut campur dalam konflik Australia dan Indonesia.

Namun, kenyataannya, video tersebut diambil ketika Joe Biden tiba di Bali untuk menghadiri KTT G20 pada 13 November 2022 lalu. Video lain dengan klaim bahwa Indonesia telah membentuk pasukan khusus dari relawan dan personel gabungan TNI-Polri nyatanya adalah video atraksi pertempuran udara dan laut dalam rangka HUT ke-72 TNI pada 5 Oktober 2017.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut