- VoxPop/M Ali Wafa
![]()
Enggak terlaris tapi kalau yang termahal?
Waduh! Mesti tanya dahulu kali ya ke aktor lain. Hahaha. Enggak tahu deh kayaknya enggak sih saya yakin pasti harga selalu berbeda-beda karena setiap film harganya enggak sama. Jadi kalau dibilang termahal enggak lah terlalu berlebihan.
Lihat banyak aktor pendatang baru? Jefri Nichol, Adipati, Iqbaal Ramadhan bagaimana?
Senang banget sebenarnya karena menurut saya Indonesia perlu banyak aktor muda yang berbakat dan bertanggung jawab punya komitmen yang tinggi terhadap seni peran karena saya menganggap bahwa profesi ini adalah profesi yang serius bukan profesi sampingan. Jadi kalau ada yang merasa bahwa ‘ngapain di seni peran? Ya hobi iseng-iseng’ saya agak sedih dengarnya karena buat saya ini adalah sesuatu yang penting dan penuh tanggung jawab, butuh dedikasi yang tinggi
Jadi saya menganggap kehadiran aktor baru semoga membawa angin segar bagi industri perfilman indonesia dan harapan terbesar saya bagi para pendatang baru adalah semoga mereka konsisten dan setia pada profesinya, itu yang paling penting karena sayang juga kalau 2 sampai 3 tahun terus merasa ah kayaknya bosan.
Lebih senang main film genre apa?
Saya penikmat drama sebenernya, saya suka banget drama tapi komedi juga menyenangkan tapi prefer drama.
Lebih sulit main di genre apa?
Oh setiap film punya kesulitan masing-masing sih pasti. Jadi enggak bisa di-compare. Tapi yang sulit dari Benyamin Biang Kerok menurut saya adalah karena film ini menggabungkan unsur komedi, musikal, drama juga ada hubungan dengan orangtua, persahabatan, percintaan jadi banyak sekali unsurnya yang banyak memberikan warna pada film ini sampai-sampai sutradaranya susah untuk menentukan genre film Benyamin.
Cara seorang Reza Rahadian membangun karakter seperti sosok Benyamin?
Pemahaman tentang karakter itu sendiri karena bagi saya karakter development itu proses yang paling sulit ketimbang syuting. Opini saya, Kalau saya masuk ke set saya sudah tahu harus ngapain. Tapi kalau karakter development itu PR-nya aktor di rumah. Jadi ketika dia harus menyusun deskipsi lengkap tentang karakter ini, backgroundnya apa, karakternya seperti apa, gesturenya, proyeksi suara seperti apa itu PR terberat waktu development pembentukan karakter. Setelah di lokasi sudah harus tahu itu tanggung jawab tiap aktor sudah harus paham apa yang harus dilakukan.
