Menteri Jokowi Ikut-ikutan Cinta Motor Kustom
- Instagram @streetartscustom
Co Founder Street Art Custom, Robby mengatakan, Menteri Hanif membeli sebuah motor berkelir kuning seharga Rp50 juta. Motor yang dibelinya bergaya tracker dan merupakan kuda besi berbasis Yamaha Scorpio keluaran 2011.
Tak jelas, apa alasan Hanif memilih jenis modifikasi tracker. Yang jelas, motor itu memiliki single seat ala chopper dan seluruh sudut dibuat tajam berbentuk segitiga, mulai lampu depan, tangki, sampai rangka belakang.
![]()
“Motor itu dibeli oleh salah satu kawan kami. Ia kebetulan beberapa kali membeli motor di kami. Saat ikut pameran, Menteri Hanif datang dan tertarik,” ujar Robby saat berbincang dengan VoxPop.
Robby mengungkapkan, motor yang dibeli Menteri Hanif dibangun tiga tahun lalu. Setelah selesai dibangun, motor kemudian menjadi pajangan, sembari sesekali digunakan untuk touring. “Waktu pengerjaan kurang lebih tiga bulan. Kami tidak buru-buru, soalnya itu kan motor inventaris,” jelasnya.
![]()
Sementara itu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, kendati motor kustom mulai menggema kepopulerannya, dia berharap, agar motor tersebut juga memerhatikan aspek keamanan di jalan raya.
Sebagai contoh kecil adalah spion yang sempat jadi pro-kontra. Kata Jusri, posisi spion motor harus diletakkan di tempat yang pas, agar fungsinya membantu pengendara melihat ke arah belakang tetap bisa terpenuhi.
"Harus dilihat aksesori yang digunakan, misal spion ini fungsional atau hanya sekadar aksesori. Selama spion tetap bisa membantu pengendara melihat bidang pandang yang terhalang, tidak masalah,” kata Jusri.
Selanjutnya, penantian besar>>>
Penantian besar
Euforia motor kustom karya anak bangsa disambut positif para pemodifikator. Beberapa builder andal menaruh harapan besar, agar para pejabat negara tak cuma sekadar menggunakan saja, namun ikut memerhatikan industri kreatif.
Para builder berharap, ke depan ada aturan jelas mengenai motor kustom. Jika itu sudah ada, industri kustom dijamin bakal jadi komoditas baru yang menguntungkan. Termasuk, menggeliatnya potensi industri motor kustom di berbagai daerah.
“Jarang orang tahu, kalau anak daerah bisa mengekspor motor kustom sampai luar negeri. Makanya, kita mau bareng-bareng duduk bersama, ajak kami yang hidup di dunia kustom untuk merumuskan sebuah roadmap industri kustom,” ujar Builder Retro Classic Cycle dari Yogyakarta, Lulut Wahyudi, saat berbincang dengan VoxPop.
