Misi Kontroversi Penasihat Jokowi di Israel

Anggota Wantimpres dan PBNU, KH Yahya Staquf menjadi pembicara di Israel
Sumber :
  • AJC Global Forum

"Itu adalah urusan pribadi. Beliau kan, sudah menyampaikan itu urusan pribadi. Pak Kiai Haji Yahya Staquf (mengunjungi Israel), karena dia diundang berbicara di Israel," ujar Jokowi di Istana Bogor, Selasa 12 Juni 2018.

img_title PKB Sentil Balik Gus Yahya: Kebanyakan Lihat ke Langit!

Jokowi memastikan akan memanggil Yahya, setelah ia kembali ke Tanah Air. Menurut Jokowi, Indonesia tetap pada sikapnya mendukung kemerdekaan Palestina, meski salah satu warganya sempat berkunjung dan berpidato di forum Yahudi Israel. "Beliau juga belum pulang, (akan) saya panggil. Intinya, juga memberikan dukungan kepada Palestina," ujar Jokowi.

Berikutnya, friksi di Gerindra>>>

img_title Gus Yahya: Yang Ngaku Direstui Presiden Maju di Muktamar NU Itu Pasti Bohong!

Friksi di Gerindra

Di luar itu, siapa sangka, kritik yang dilontarkan Wakil Ketua DPR yang juga politikus Partai Gerindra, Fadli Zon di akun Twitter terkait kunjungan Katib Aam Suriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf ke Israel berujung friksi di internal Partai Gerindra.

img_title Gus Yahya Sebut Persiapan Muktamar NU Sudah Matang: Nggak Ada yang Dikhawatirkan Lagi

Wakil Sekjen Partai Gerindra yang juga kader NU dan Banser, Mohammad Nuruzzaman menyatakan perang dan akan menggembosi partai politik yang pernah dibelanya itu. Pernyataan perang itu dibuktikan oleh Nuruzzaman, dengan seruan kepada kader NU dan Banser ,agar tidak memilih Partai Gerindra dan kader-kadernya di Pilkada, Pemilu, dan Pemilihan Presiden.

Bekas calon anggota legislatif dari Partai Gerindra tahun 2014 ini tersinggung, karena Fadli Zon menuliskan kalimat yang dinilai telah merendahkan Yahya Cholil dalam kunjungan pribadinya ke Israel.

Buntutnya, pria yang pernah menjadi juru kampanye nasional Partai Gerindra 2014 ini, memutuskan mundur dari jabatannya wakil sekretaris jenderal Partai Gerindra. Bagi Nuruzzaman, pernyataan Fadli Zon telah menghina seorang kiai, yang bagi warga NU sangat dihormati.

"Pertimbangannya, saya ini kan kader NU, seharusnya Pak Fadli Zon itu tabayyun (klarifikasi) dulu. Kemudian, bisa konfirmasilah. Dia pasti tahu saya, (mestinya bertanya dulu) apa benar atau tidak. Tanpa tabayyun, kemudian berkomentar agak sinis, itu menurut saya kurang baik," kata Nuruzzaman, saat dihubungi VoxPop pada Selasa malam, 12 Juni 2018.

Dia mengklaim, bukan hanya dirinya yang tersinggung atas komentar Fadli Zon, melainkan juga banyak warga NU se-Indonesia. "Artinya, banyak sekali warga NU yang tersinggung. Nah, kalau partai politik cara bersikapnya seperti itu, kan kurang baik. Nanti, para pemilihnya kabur semua, gimana?" ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut