Kuda Hitam Mobil Keluarga Indonesia
- VoxPop/Yunisa Herawati
![]()
“Ada 6.772 unit yang sudah dipesan, tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya saat ditemui di Bali, Senin 25 Juni 2018.
Dari tiga tipe yang tersedia, konsumen paling banyak memilih tipe tertinggi, yakni GX. Model ini ditawarkan dengan banderol mulai dari Rp233 juta. “60 persen tipe GX, 25 persen GL dan sisanya GA,” tuturnya.
Dari angka tersebut, berarti penjualan Ertiga baru berkisar di angka tiga ribuan unit per bulan. Angka itu lebih baik dari Xenia pada periode Februari-April, yang tercatat hanya dua ribuan unit.
Mungkinkah Ertiga Jadi Mobil Keluarga Terlaris?
Meski saat ini produknya menjadi mobil keluarga terlaris ketiga untuk sementara, hal itu tidak membuat Suzuki berpuas diri. Mereka yakin, Ertiga baru bisa jadi MPV paling laku di Indonesia.
“Kalau peluangnya, kami percaya diri. Tapi kalau misalnya lihat kondisi pasar, kami menargetkan di titik pertama itu pangsa pasarnya 20 persen,” tutur Harold.
Suzuki boleh percaya diri, tapi tampaknya mereka harus berusaha keras untuk mewujudkan hal itu. Sebab, Xpander yang jadi penguasa saat ini sulit untuk dibendung.
Menurut data dari Mitsubishi, total pemesanan Xpander dari Agustus 2017 hingga Mei 2018 atau 10 bulan, mencapai lebih dari 60 ribu unit.
![]()
"Sampai saat ini, yang sudah melakukan pemesanan itu 66 ribu lebih dan kami baru menyediakan 55 persen ke konsumen," ungkap Head of Sales and Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Imam Choeru Cahya beberapa waktu lalu.
Jika dirata-rata, penjualannya per bulan yakni sekitar enam ribuan unit atau dua kali lipat dari Ertiga baru.
Namun, Suzuki tak hilang akal. Untuk menggenjot penjualan, SIS mulai September 2018 akan mengekspor mobil tersebut ke 20 negara. Jumlahnya 40 persen dari target pasar domestik.
“Sebulan kami target lima ribu unit, artinya setahun 60 ribu unit. Ekspor kira-kira 24 ribu unit per tahun. Jadi totalnya 84 ribu unit,” ungkap Harold.
Hal lain yang membuat Suzuki yakin bisa menyalip penjualan MPV Mitsubishi adalah kapasitas produksi pabrik. Saat ini, SIS memiliki dua pabrik perakitan, di Tambun dan Cikarang, Bekasi.
