PKS Kalah Lagi Lawan Fahri

Fahri Hamzah
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

"Apakah kasus ini begitu istimewa karena seorang Wakil Ketua DPR?" tutur Zainudin.

img_title Sah! Suhud Alynudin Resmi Jabat Ketua DPRD DKI Jakarta

Tutup Pintu Lobi

img_title PKS soal Peluang Dukung Prabowo 2 Periode: Ini Bukan Cepet-cepetan!

Gedung Mahkamah AgungFoto: Ilustrasi gedung Mahkamah Agung. 

Fahri Hamzah tak ingin putusan MA ini menjadi celah yang dimanfaatkan Sohibul Iman Cs. Eks Wakil Sekretaris Jenderal PKS itu enggan dirayu. Bagi dia, proses yang sudah dilalui sudah merusak citranya sebagai pendiri PKS.

img_title PKS Umumkan Susunan Lengkap Dewan Pengurus Pusat Periode 2025-2030, Ini Daftarnya

"Saya ingin perbaikan, saya tidak mau dirayu. Saya sudah diacak-acak. Masak mau dirayu oleh hal-hal kecil," kata Fahri dengan geram di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018.

Dia menegaskan langkah saat ini akan berkoordinasi dengan mantan Presiden PKS Anis Matta. Fahri melihat Anis sebagai figur panutan yang sepaham dengannya. Anis dinilai senasib dengannya karena disingkirkan PKS. "Karena dia (Anis Mata) yang paling sistematis dihancurkan. Dia yang paling sabar dalam penyingkiran ini," ujar Fahri.

Baca: Sohibul Iman Gantikan Anis Matta Jadi Presiden PKS

Perpecahan internal PKS menjadi isu berhembus pasca terpilihnya Sohibul Iman sebagai Presiden menggantikan Anis Matta. Posisi Ketua Majelis Syuro yang sebelumnya diplot Hilmi Aminudin digeser oleh Salim Segaf Aljufri.

Sohibul dan Salim Segaf terpilih dalam musyawarah I Majelis Syura Masa Khidmah 2015-2020 di Mason Pane, Kabupaten Bandung Barat, pada 9-10 Agustus 2015. Belum setahun memimpin PKS, Sohibul Iman sudah mengambil kebijakan dengan memecat Fahri Hamzah dari keanggotaan partai pada April 2016. Fahri masuk Faksi Sejahtera barisan Anis Matta. Sejak pemecatan Fahri, isu mencuat kubu Sohibul sedang menyapu bersih kader loyalis Anis Matta.

Pemecatan Fahri berdasarkan surat yang dikeluarkan awal April 2016 dengan rekomendasi Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS. Rekomendasi BPDO kemudian disahkan Majelis Tahkim atau mahkamah partai di PKS. Alasan pemecaran yang paling utama karena Fahri dianggap membangkang dan tak patuh terhadap kebijakan partai.

Setelah Fahri, PKS juga memecat Gamari Sutrisno dari keanggotaan partai dan DPR. Namun, bedanya Fahri melawan di jalur hukum. Upaya PKS mendongkel Fahri dari DPR termasuk kursi pimpinan gagal. PKS menyodorkan nama Ledia Hanifa sebagai calon pimpinan DPR, namun sejauh ini masih gagal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut