Si Seram Venom yang Berubah Jadi Lucu
- Courtesy Sony Picture
Namun dia juga tak menampik, berusaha membuat adegan kekerasan tetap tajam, tanpa harus keluar dari batas-batas penetapan rating yang diatur Motion Picture Association of America (MPAA). Hal ini juga diamini Tom Hardy kepada MTV yang mengatakan bahwa adegan kekerasan ini tetap terasa menghentak, namun tidak mengorbankan daya tarik bagi audiens muda.
![]()
Untuk mewujudkannya, Fleischer mengambil gambar untuk adegan keras dari berbagai sudut kamera agar bisa nyaman saat melakukan proses editing. Dia juga menegaskan tidak ada bagian yang harus dipotong demi lulus sensor PG-13. Salah satu caranya adalah dengan mengatur kekentalan dan warna darah saat proses post-production.
Selain itu, sutradara ini juga mengaku menjadikan film Batman karya Christopher Nolan sebagai referensi untuk bisa lolos klasifikasi tersebut. "The Dark Knight adalah contoh yang sangat bagus bagaimana menyampaikan rasa tegang dan film dengan aksi laga yang padat itu tanpa harus mengendurkan (bagian-bagiannya),"
ujar Fleischer.
Meski sudah menjelaskan alasannya, termasuk oleh sang produser, rating film Venom masih dituding jadi kambing hitam atas tidak maksimalnya kekerenan film ini. Berdasarkan laporan Variety, sejumlah orang di Sony disebut-sebut memang sangat menginginkan film ini masuk ke PG-13, sebab studio akan lebih leluasa jika akan melakukan kolaborasi dengan Spider-Man, atau mungkin karakter Marvel lainnya. Seperti diketahui, meski Spider-Man versi Tom Holland masuk ke Marvel Cinematic Universe, franchise Homecoming masih kerja sama dengan Sony Pictures yang memungkinkan hal tersebut bisa terjadi.
Jika Venom benar-benar ada di kategori dewasa, akankah film ini sesukses Logan atau Deadpool dari sudut pandang kritik? Yang pasti saat ini, Venom masih menarik untuk dinikmati.
