China Bangun Teknologi 6G, Indonesia Bagaimana?
- PCMag.com
Teknologi 4G menawarkan kecanggihan yang lebih komprehensif di mana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kapan saja dan di mana saja pada pengguna. Kecepatan akses data pada 4G mencapai 100Mb per detik hingga 1Gb per detik.
Pada setiap transformasi dari generasi ke generasi, kelebihan yang paling kentara adalah kecepatan dan kapasitas dalam mengakses data. Untuk jaringan 5G, yang kini tengah dinanti-nantikan perilisannya, diprediksi mampu menghantarkan data dengan kecepatan sekitar 800Gbps, atau seratus kali lebih cepat dari kecepatan generasi sebelumnya.
Dengan kecepatan seperti itu, teknologi 5G bisa memungkinkan untuk mengunduh 33 film High Definition hanya dalam beberapa detik. Meski sejumlah vendor provider seluler telah menguji-cobakan internet berteknologi 5G, penggunaannya belum menjangkau masyarakat luas, karena masih akan diluncurkan secara komersial pada 2020.
Selain itu, sederet keunggulan juga ditawarkan 5G dibanding generasi pendahulunya, antara lain; kecepatan data lebih signifikan, memiliki transfer data dari satu telepon ke telepon lain dengan kecepatan satu milidetik, serta dapat terkoneksi dengan alat seperti telepon, mobil, dan peralatan rumah tangga.
Maka, dengan kehadiran 5G, kehidupan di masa depan akan akrab dengan kota pintar. Karena keterhubungan antara 5G dengan beragam perangkat yang mempermudah dan memanjakan keperluan manusia.
Lebih jauh lagi, meski kesannya masih di awang-awang, yaitu teknologi 6G. Sebagai perbandingan aspek kecepatan penghantaran data, teknologi generasi keenam ini disebut dapat memiliki kecepatan unduh 1 Tbps.
"5G memiliki tiga skenario aplikasi: bandwidth besar, latensi rendah, dan koneksi luas. Saya pikir 6G dapat mencapai aplikasi yang lebih baik di semua tiga skenario," kata Xin.
Selebihnya, untuk membicarakan 6G saat ini agaknya masih terlalu dini, dan belum ada informasi mendalam, selain dimulainya penelitian dan pengembangan oleh lembaga pemerintah China.
Mimpi 5G di Indonesia
Meski Negeri Tirai Bambu telah ancang-ancang dengan penggodokan teknologi generasi keenam, Indonesia masih harus berhadapan dengan realisasi 5G. Kemungkinan baru akan benar-benar terwujud 10 tahun mendatang.
Managing Director IDC ASEAN, Sudev Bangah, mengatakan bahwa lambatnya 5G eksis di Tanah Air, salah satunya karena penggunaan jaringan ini belum jelas.
