Pesawat Mahal, Buritan Kapal Jadi Sandaran
- Ist
Pada Lebaran 2019, Pelni mengoperasikan 26 kapal trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah melayani 1.239 ruas, dengan total kapasitas angkut menjadi 54.608 penumpang atau seat dan sudah termasuk kapasitas toleransi yang telah disetujui Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Agus H. Purnomo mengungkapkan, persetujuan dispensasi yang diberikan kepada operator kapal, tentunya dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi.
Menurut dia, pemberian dispensasi penumpang untuk kelancaran arus mudik Lebaran 2019, harus dengan syarat operator memenuhi jumlah kecukupan peralatan keselamatan di dalam kapal selama berlayar.
Misalnya menambah kapasitas life boat ditambah life raft 125 persen dari jumlah penumpang dan awak kapal, serta jumlah life jacket minimum sebanyak jumlah penumpang dan awak ditambah 10 persen life jacket untuk anak-anak dan lima persen untuk cadangan.
![]()
Tak sampai di situ, Agus juga meminta operator kapal tetap memperhatikan kenyamanan penumpang, memaksimalkan pelayanan dan fasilitas umum, serta memberikan penjelasan kepada penumpang, agar memahami jika ada kekurangan dalam hal kenyamanan.
"Pemerintah, tentunya akan terus memonitor setiap perkembangan di lapangan, agar masyarakat mudik dengan aman, selamat, tertib dan nyaman. Yang pasti, keselamatan pelayaran adalah prioritas dan tidak dapat ditawar-tawar lagi," tegas Agus dalam keterangannya.
Sedangkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta maaf kepada masyarakat akibat tidak nyamannya kondisi angkutan Lebaran, khususnya kapal laut pada tahun ini.
Menurut dia, kondisi yang terjadi saat ini, khususnya membeludaknya penumpang kapal laut di Indonesia bagian Timur, akan menjadi pelajaran pihaknya untuk mempersiapkan angkutan Lebaran lebih baik lagi.
Ia menyadari, penumpukan penumpang saat ini, karena terbatasnya angkutan laut, sehingga ke depan armada laut akan ditambah. Terlebih, liburan kali ini tidak hanya diikuti oleh warga Muslim saja.
Lima pelabuhan terpadat
Sementara itu, membeludaknya penumpang di kapal laut juga terlihat di beberapa pelabuhan di Indonesia. Setidaknya dari 51 pelabuhan yang dipantau, rata-rata kenaikan penumpang berada di level tujuh persen.
Ketua Harian Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Kemenhub, Sigit Irfansyah menjabarkan dari 51 pelabuhan itu yang terpadat adalah Pelabuhan Batam. Kemudian, disusul Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Tanjung Pinang, dan Pelabuhan Ternate.
