Indonesia Kini Jadi Sasaran Hollywood
- Sony Pictures
Jumpa pers diawali oleh presentasi dari John Cohen, produser film Angry Birds 2. Usai tanya jawab, hampir setengah pers dan undangan keluar ruangan hingga tersisa hanya media-media lokal Indonesia dan sejumlah pers dari beberapa negara, seperti Pakistan, Taiwan, Jepang, dan sebagainya untuk ikut sesi konferensi pers bersama Chris Hemsworth (MIB) yang dilanjutkan dengan Tom Holland (Spider-Man).
Mengapa Indonesia?
![]()
Bukan tanpa alasan Indonesia dipilih Sony Pictures sebagai tuan rumah PAN Asia Pacific Multi Junket ini. Nita Astara, Marketing Director Sony Pictures Indonesia, menjelaskan, ada beberapa pertimbangannya.
Pertama, Indonesia belum pernah sama sekali menggelar acara seperti ini sehingga antusiasme dari para fans dan persnya pasti lebih tinggi ketimbang Singapura, negeri tetangga yang jadi langganan kunjungan press junket dan fan event film-film Hollywood.
"Kalau belum pernah itu kan respons persnya lebih excited dan buat histori juga untuk Sony, kita belum pernah bikin seperti ini di Indonesia," ujar Nita saat ditemui di kantor Sony Pictures Indonesia, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juli 2019.
Dia menambahkan, suatu kehormatan bagi Indonesia karena bisa mendatangkan tiga film besar sekaligus. Negara-negara yang pernah jadi tuan rumah lain di Asia, biasanya hanya menggelar premiere untuk satu film saja, misalnya seperti di Malaysia untuk Baby Driver pada 2017 atau negara-negara langganan lain, seperti Singapura, Korea, Jepang, dan China.
Sebelumnya, Nita bercerita, Sony Pictures juga punya press junket tahunan yang digelar di Cancun, Meksiko. Tak main-main, acaranya digelar satu hingga dua minggu, mendatangkan pers dari seluruh dunia, dan merupakan junket untuk film-film sepanjang tahun Sony Pictures.
"Terakhir saya ikut kayaknya tahun 2015. Itu 8 atau 9 judul film sekaligus. Nah, ini jadi dibuat seperti mini Cancun gitu," tulisnya.
Selain itu, alasan lainnya adalah karena Indonesia adalah salah satu negara berkembang untuk industri sinema yang dianggap punya potensi yang bagus. Misalnya saja, menurut data yang dikutip dari @bicaraboxoffice, pendapatan Spider-Man: Homecoming (2017) di Indonesia masuk urutan keempat se-Asia atau bahkan yang terbesar di Asia Tenggara.
