Antara Torehan Sejarah Jokowi dan SBY di Australia

Presiden Joko Widodo disambut Gubernur Jenderal Australia David Hurley di Canberra, Minggu 9 Februari 2020.
Sumber :
  • BPMI Setpres

Pidato Bahasa Indonesia Jokowi di Parlemen Australia

img_title Jokowi Akui Investasi di IKN Baru Rp 58,4 Triliun: Tak Semua Boleh Masuk, Harus Diseleksi

Memulai agenda pada hari ketiga, Jokowi memulai pertemuan bersama PM Australia, Scott Morrison di Canberrra. Kemudian pertemuan bilateral. Dan ada enandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menuturkan, ada dua MoU yang akan ditandatangani yaitu plan of action dari comprehensive strategic partnership untuk tahun 2020-2024. Kedua, kerja sama di bidang perhubungan yang akan dilakukan oleh Menteri Perhubungan. 

img_title Jokowi Senang Sejak Prabowo Terpilih jadi Presiden, Transisi Pemerintahan Berjalan Mulus

Agenda selanjutnya adalah kunjungan kehormatan Ketua Oposisi Australia, serta kunjungan kehormatan Ketua Parlemen Australia dan Ketua Senat Australia. "Setelah itu Presiden akan memberikan pidato di hadapan anggota Parlemen Australia,” kata Retno.

Duta Besar Indonesia untuk Australia, Kristiarto S. Legowo menyampaikan, terkait agenda Presiden memberikan pidato di hadapan Parlemen merupakan kehormatan yang sangat besar. Karena, Presiden akan menjadi kepala negara ke-12 yang diberikan kesempatan untuk bicara di hadapan Parlemen selama sejarah Parlemen Australia.

img_title Jokowi Bertolak ke Kaltim, Hadiri Nusantara TNI Fun Run di IKN

Presiden Joko Widodo pidato di Sidang Parlemen Australia 10 Februari 2020

Meskipun sebenarnya bukan kali ini saja ada Presiden Republik Indonesia berpidato di parlemen Australia. Adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang saat mengunjungi Negeri Kanguru itu pada 10 Maret 2010 juga berpidato di Parlemen Australia.

Bedanya, Presiden SBY berpidato dalam bahasa Inggris. Pidato itu angsung mengundang pujian para anggota parlemen dan pejabat Australia, yang menyatakan mereka mudah mengerti isinya. 

Sedangkan Jokowi memakai pendekatan yang berbeda. Menggunakan Bahasa Indonesia. Tapi ada penerjemah. Tak sedikit anggota parlemen dan pejabat Australia yang mengerti Bahasa Indonesia karena pernah mempelajarinya maupun sering berkunjung ke Indonesia.

Kendati berbahasa Indonesia. Pidato Jokowi ini mendapat sambutan meriah parlemen Australia. Perbedaan lain, tema pidatonya. Dikaitkan dengan situasi pada saat itu.

Pada 10 tahun lalu, pidato Presiden SBY menekankan kerjasama Indonesia dan Australia di bidang penanggulangan penyelundupan manusia, dan perang melawan terorisme. Termasuk saat itu berhasil mengakhiri sepak terjang gembong teroris Asia Tenggara, Dulmatin, di Pamulang.

Jokowi mengajak Australia untuk memperjuangkan nilai demokras.  Hak asasi manusia, toleransi, dan kemajemukan. Juga pembangunan berkelanjutan, reboisasi hutan dan daerah hulu sungai, mencegah kebakaran hutan, komitmen untuk menurunkan emisi karbon, serta pengembangan energi terbarukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut