Antara Torehan Sejarah Jokowi dan SBY di Australia
- BPMI Setpres
Pidato Bahasa Indonesia Jokowi di Parlemen Australia
Memulai agenda pada hari ketiga, Jokowi memulai pertemuan bersama PM Australia, Scott Morrison di Canberrra. Kemudian pertemuan bilateral. Dan ada enandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menuturkan, ada dua MoU yang akan ditandatangani yaitu plan of action dari comprehensive strategic partnership untuk tahun 2020-2024. Kedua, kerja sama di bidang perhubungan yang akan dilakukan oleh Menteri Perhubungan.
Agenda selanjutnya adalah kunjungan kehormatan Ketua Oposisi Australia, serta kunjungan kehormatan Ketua Parlemen Australia dan Ketua Senat Australia. "Setelah itu Presiden akan memberikan pidato di hadapan anggota Parlemen Australia,” kata Retno.
Duta Besar Indonesia untuk Australia, Kristiarto S. Legowo menyampaikan, terkait agenda Presiden memberikan pidato di hadapan Parlemen merupakan kehormatan yang sangat besar. Karena, Presiden akan menjadi kepala negara ke-12 yang diberikan kesempatan untuk bicara di hadapan Parlemen selama sejarah Parlemen Australia.
![]()
Meskipun sebenarnya bukan kali ini saja ada Presiden Republik Indonesia berpidato di parlemen Australia. Adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang saat mengunjungi Negeri Kanguru itu pada 10 Maret 2010 juga berpidato di Parlemen Australia.
Bedanya, Presiden SBY berpidato dalam bahasa Inggris. Pidato itu angsung mengundang pujian para anggota parlemen dan pejabat Australia, yang menyatakan mereka mudah mengerti isinya.
Sedangkan Jokowi memakai pendekatan yang berbeda. Menggunakan Bahasa Indonesia. Tapi ada penerjemah. Tak sedikit anggota parlemen dan pejabat Australia yang mengerti Bahasa Indonesia karena pernah mempelajarinya maupun sering berkunjung ke Indonesia.
Kendati berbahasa Indonesia. Pidato Jokowi ini mendapat sambutan meriah parlemen Australia. Perbedaan lain, tema pidatonya. Dikaitkan dengan situasi pada saat itu.
Pada 10 tahun lalu, pidato Presiden SBY menekankan kerjasama Indonesia dan Australia di bidang penanggulangan penyelundupan manusia, dan perang melawan terorisme. Termasuk saat itu berhasil mengakhiri sepak terjang gembong teroris Asia Tenggara, Dulmatin, di Pamulang.
Jokowi mengajak Australia untuk memperjuangkan nilai demokras. Hak asasi manusia, toleransi, dan kemajemukan. Juga pembangunan berkelanjutan, reboisasi hutan dan daerah hulu sungai, mencegah kebakaran hutan, komitmen untuk menurunkan emisi karbon, serta pengembangan energi terbarukan.
