Penolakan APTB, Gagalnya Moda Transportasi Impian Jakarta
Rabu, 6 Mei 2015 - 01:44 WIB
Sumber :
- Antara/ Wahyu Putro
Dalam sistem integrasi itu, Ahok telah merencanakan seluruh angkutan umum hanya diberikan waktu selama beberapa menit saja untuk memuat dan menurunkan penumpang di halte-halte yang telah ditentukan.
"Kita akan bayar rupiah per kilometer jadi nggak ada lagi yang ngetem. Nanti angkot-angkot lewat jalur jalur inspeksi saja," ujar Ahok.
Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penyumbatan arus lalu lintas dan selalu tersedianya angkutan umum yang akan digunakan masyarakat.
Monopoli Tarif Tak Terkendali
Selain demi menarik minat masyarakat untuk beralih ke angkutan umum dan mengatasi kemacetan, salah satu tujuan integrasi angkutan umum yang dicita-citakan Ahok adalah untuk meredam monopoli tarif angkutan umum.
Seperti yang terjadi saat keluarnya kebijakan pemerintah pusat tentang menaikan dan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Saat harga BBM dinaikan, tanpa dikomandoi, seluruh angkutan umum kompak menaikan tarif angkutan dengan nilai yang ditentukan sendiri.
Sayangnya, saat harga BBM diturunkan, seluruh pengelola dan pengemudi angkutan umum enggan menurunkan tarif.
Ahok mengatakan, sistem integrasi adalah sebuah langkah meredam monopoli dan memudahkan pemantauan dan pengambilan kebijakan terkait naik turunnya tarif angkutan umum seiring perubahan harga bahan bakar minyak.
APTB Dilarang, Tangerang Minta Transportasi Massal
Harus ada pengganti layanan APTB bagi warga di Tangerang
VoxPop.co.id
7 Maret 2016
