Kalijodo Tinggal Kenangan
- VoxPop.co.id/Muhamad Solihin
Tidak ada lagi perempuan berpakaian seksi di pinggir jalan yang menjual jasa seks. Tak ada suara musik dangdut koplo yang bising. Tak ada hingar bingar dan arena judi yang dikenal cukup besar di Ibu Kota.
Berjalan kondusif
Kali ini, pembongkaran yang digadang-dagang akan rusuh, ternyata berjalan tertib. Hal ini diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Polisi Daniel Bolly Tifaona.
"Kondusif aman, anggota selamat semua," kata Daniel ketika dihubungi. Senin, 29 Februari 2016.
Mengenai adanya warga yang sempat masih bertahan saat penertiban dan pembongkaran, Bolly menuturkan, hal tersebut lantaran sang warga tersebut tidak mempunyai biaya menyewa truk untuk pindahan.
"Dia bukan mau bertahan di daerah di situ atau bukan, kita bantu angkat barang, dengan alat berat, kami siapkan alat berat. Bukan tertahan untuk tinggal di situ enggak, dia belum ada biaya untuk menyewa truk untuk pindahan, saya kerahkan anggota dan Satpol PP untuk bantu angkat barang. Kemudian truk kami siapkan, untuk pindah," ujar Bolly.
Bolly pun memastikan, Daeng Azis, tokoh Kalijodo, tidak mengerahkan massa untuk menghadang petugas saat pembongkaran. "Dia (Ngazis) juga tidak mengerahkan massa, atau akan melakukan penolakan penggusuran. Tidak ada perintah seperti itu," kata Bolly.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama - atau yang akrab disapa Ahok - juga ikut memantau penggusuran Kalijodo. Tapi bukan di lapangan, hanya melalui layar kaca.
"Lihat dari TV juga sudah bagus, sama," ujar Ahok di Balai Kota DKI.
Menurut Ahok, tindakan penertiban yang akhirnya terlaksana setelah Surat Peringatan Pertama (SP 1) dilayangkan 11 hari yang lalu, ditargetkan selesai pada hari ini juga.
Pemerintah Provinsi DKI berencana membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas empat hektare, termasuk di atas lahan bekas kawasan Kalijodo yang memiliki luas 1,4 hektare.
"Kami sudah punya konsep (pembangunan RTH). Seperti RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak), cuma lebih besar, bisa ada lapangan bola," ujar Ahok.
Sasaran berikutnya
Tak cuma Kalijodo, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membidik bekas sarang narkoba di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur untuk sasaran selanjutnya yang bakal diratakan dengan tanah.
