Saut Bersungut-sungut, HMI Tersulut
- ANTARA FOTO/Ampelsa
Tak hanya itu, ada pula yang mencorat-coret tulisan besar KPK di depan gedung dengan pilox merah. Aksi jaharu itu belakangan menyebabkan dua aparat polisi terluka, berdarah di bagian kepala akibat lemparan batu. Aksi rusuh tak lagi memandang wibawa KPK yang selama ini dikenal sebagai pahlawan pemberantasan korupsi.
Keributan tak hanya terjadi di Jakarta. Ada juga di Indramayu, di Aceh dan Mamuju, Sulawesi Barat. Sama-sama membawa nama HMI, massa di jalan Sindang Indramayu sempat bentrok dengan polisi. Walau akhirnya keributan mereda setelah mereka diperbolehkan membakar ban di jalanan.
Itikad Saut meminta maaf secara luas tak sanggup meredam kemarahan massa HMI. Akhirnya, jalan yang kemudian akan ditempuh KPK adalah mengadakan pertemuan dengan pimpinan PB HMI maupun KAHMI. Hal tersebut diharapkan bisa meredakan ketegangan sehingga masalah ini tak berlarut-larut.
Menjaga Marwah
Respons atas pernyataan kontroversi Saut bermunculan baik melalui media arus utama maupun media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan kepantasan Saut dalam hal berkomunikasi. Dia dinilai seharusnya lebih cermat dan berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan.
Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva juga salah satu yang cukup cepat mengecam pernyataan Saut tersebut.
“Tanya Saut Situmorang siapa tokoh-tokoh yang bentuk UU KPK. Kalau jadi pimpinan belajarlah rendah hati. Jangan karena dengki Anda lupa diri,” kata Hamdan Zoelva yang dituliskan melalui akun Twitter-nya.
Dengan posisi sebagai komisioner KPK maka pernyataan Saut, sekecil apapun itu akan menjadi perhatian publik. Apalagi kemudian disiarkan kepada masyarakat. Mengaku tanpa maksud menuding, HMI harusnya tak perlu dibikin kebakaran jenggot. Andai Saut berpikir dua kali sebelum berkata-kata.
