Mungkinkan Vaksin Kanker Universal Terwujud?
- doggonehealth.com
Vaksin kanker di pasaran
Sejatinya, vaksin untuk tipe kanker tertentu telah ada di pasar Amerika sejak enam tahun belakangan. Sayangnya, kinerjanya masih belum mumpuni. Kanker pertama disetujui pemasarannya oleh badan obat dan makanan Amerika sejak 2010.
Vaksin itu disebut Provenge, digunakan untuk merawat kanker prostat lanjutan. Di dalamnya terdapat sel darah putih bernama sel dendritik yang dikeluarkan dari pasien kemudian dimasukkan kembali ke dalam aliran darah.
Sejak 2010, dua vaksin lainnya telah diperkenalkan untuk kanker tertentu. Keduanya hanya digunakan untuk mencegah kanker. Satu vaksin untuk menghalau papillomavirus agar tidak menyerang manusia, sedangkan vaksin yang lain untuk melawan Hepatitis B. Demikian menurut National Cancer Institute.
Dalam uji coba terbaru, peneliti mengambil sebagian kode genetik RNA kemudian meletakkannya ke dalam nanopartikel lemak. Campuran itu kemudian disuntikkan ke dalam aliran darah.
Sayangnya, uji coba ini hanya dilakukan terhadap tiga pasien kanker. Meski dilaporkan mengalami hasil yang menjanjikan, namun tetap saja, tiga kali pengujian belum bisa dijadikan alasan untuk membuat vaksin ini dipercaya bisa memerangi kanker.
"Usai disuntikkan, sistem pada tubuh pasien merespons dengan memproduksi T-cell yang didesain untuk menyerang kanker. Salah satu pasien mengalami pengecilan tumor. Pasien lainnya, yang tumornya telah dibuang melalui operasi, menunjukkan bebas dari kanker tujuh bulan kemudian setelah mendapatkan vaksin. Sedangkan pasien ketiga, yang memiliki delapan tumor yang telah menyebar, dari kanker kulit ke tenggorokan, dikabarkan telah stabil secara klinis usai mendapatkan vaksin," ujar Mustfa Diken, sang peneliti.
Diken, yang merupakan deputy director dari Immunotherapy Development Center di Translational Oncology (TRON) University Medical Center di Johannes Gutenberg University Mainz (JGU) bekerja sama dengan Lena M Kranz.
"Pendekatan melalui penghantaran sistemik dari vaksin komplek RNA-Lipid untuk kanker memang cukup menarik. Data secara kuat menunjukkan pengembangan yang berkelanjutan dari pendekatan ini. Saya harap bisa melihat perkembangan yang menjanjikan dalam waktu dekat," ujar William Chambers, wakil presiden dari American Cancer Society.
Kata Diken, penelitian ini bakal terus dilakukan untuk penyempurnaan, dan terus merekrut pasien sampai akhir tahun 2017.
