Harapan Reformasi di Pundak Jenderal Tito Karnavian
- REUTERS/Darren Whiteside
Jokowi menyadari tugas dan tantangan Polri ke depan semakin berat dan kompleks. Namun, Jokowi yakin, di bawah kepemimpinan Tito, Polri mampu menjawab tantangan tugas yang berat itu dengan baik sehingga polri menjadi institusi yang semakin dipercaya oleh rakyat. Untuk menghadapi tantangan yang berat itulah, Jokowi minta Tito fokus pada dua hal utama itu.
"Mulai dari perubahan mental sampai dengan perubahan perilaku setiap anggota polri. Saya ingin reformasi polri betul-betul konkret serta terlihat nyata dalam wajah pelayanan dan perlindungan polri pada rakyat. Perbaiki kualitas pelayanan pada masyarakat yang lebih mudah, lebih sederhana, tidak berbelit-belit, bebas pungli dan dengan prosedur yang jelas," kata Jokowi.
Jokowi juga minta Tito agar praktik mafia hukum diberantas dan memperkuat profesionalisme Polri dalam penegakan hukum. Dengan begitu kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat bisa terwujud.
Jokowi mengingatkan agar Tito bisa memberikan pengayoman dan perlindungan setara kepada semua warga bangsa Indonesia yang beragam. Polri kata Jokowi, harus mampu menjadi perekat kebhinekaan, menjaga toleransi, serta memperkuat persatuan Indonesia.
"Bersama dengan itu, Polri juga harus mampu bersinergi dengan institusi pemerintah yang lain untuk mengajak masyarakat tetap waspada pada ancaman bahaya terorisme dan narkoba. Lakukan langkah-langkah penangkalan, pencegahan, serta deteksi dini terhadap setiap potensi di lapangan yang ada terutama ancaman terorisme," imbau Jokowi.
[Baca: ]
Jaga Soliditas
Setali tiga uang, Jenderal Badrodin Haiti, Kapolri sebelum Tito, sempat menyampaikan beberapa masukan kepada Tito Karnavian, sebelum dilantik menjadi Kapolri di Istana Negara. Pada Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-70, Jumat, 1 Juli 2016 lalu, Badrodin berpesan agar Tito dapat membenahi masalah internal Polri terkait soliditas anggota, rekrutmen anggota polisi hingga masa tugasnya selesai.
"Ini kan ada beberapa tahapan mulai dari rekrutmen, pendidikannya, kemudian pendidikan pengembangan, pembinaan karier dan masalah jabatan," kata Badrodin. []
Kemudian, tugas lain yang harus dikerjakan oleh Tito Karnavian antara lain masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) harus ditegakkan agar kondisi sosial aman. Penegakan hukum juga harus dilakukan dengan tegas dan tidak diskriminatif.
