Menanti Gebrakan Menteri Baru Ekonomi
Kamis, 28 Juli 2016 - 06:33 WIB
Sumber :
- VoxPop.co.id/Muhamad Solihin
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, tercatat sebanyak 202 saham naik, 113 saham turun, 92 saham tidak bergerak, dan 160 saham tidak ditransaksikan.
Investor bertransaksi Rp10,14 triliun, terdiri atas transaksi reguler Rp8,61 triliun dan negosiasi Rp1,52 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp501,83 miliar.
Sebanyak delapan dari 10 indeks sektoral menguat, dipimpin sektor industri dasar yang naik 2,51 persen dan sektor keuangan menguat 1,48 persen.
Para ekonom melihat pergerakan IHSG dan rupiah ini merupakan respons positif pasar terhadap penunjukan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan yang baru menggantikan Bambang Brodjonegoro.
Ekspektasi pasar khususnya investor di pasar modal menaruh harapan pada Sri Mulyani untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro yang digeser menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas.
Namun, analis Btrade Trading Course, Kiswoyo Adi menuturkan, euforia dari sentimen reshuffle ini terhadap pergerakan pasar saham hanya akan bertahan sesaat.
Meskipun demikian, Kiswoyo turut optimistis dengan posisi menteri keuangan yang dipimpin Sri Mulyani akan dapat berdampak hingga jangka menengah.
"Kalau Sri Mulyani memang ada efek jangka menengah sih ke IHSG. Tapi, Agustus sudah mulai turun karena memang biasanya statistiknya seperti itu," ujarnya.
Pelaku pasar berharap, Kabinet Kerja baru pimpinan Presiden Joko Widodo dapat membuat perekonomian Tanah Air menjadi lebih baik.
"Saya kira pasar akan menerima positif, karena secara menyeluruh pasar melihat sosok (Sri Mulyani) yang dinilai akan mampu menjadi penyeimbang," kata Lucky Bayu Purnomo, analis dari Danareksa, saat dihubungi voxpop.id, Rabu 27 Juli 2016.
Menurut Lucky, Sri Mulyani dan Darmin Nasution dianggap sebagai pasangan yang pas untuk membantu Presiden Jokowi dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi.
"Pak DN (Darmin Nasution) akan menjadi penyeimbang dengan Sri Mulyani masuk kabinet, dan ini akan memberi sentimen positif bagi pasar. Target perekonomian juga diharapkan akan bisa tercapai," tuturnya.
Reza Priyambada, analis dari NH Korindo Securities mengatakan, untuk tahap awal pasar memang akan merespons positif terkait perombakan di Kabinet Kerja Jokowi khususnya menteri ekonomi.
Halaman Selanjutnya
