Rutin Impor Daging Sapi, Solusi Turunkan Harga?

daging
Sumber :
  • wallpapersinhq.com

VoxPop.co.id - Tingginya harga daging sapi di pasar, masih menjadi perhatian pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga satu bulan, setelah hari raya Idul Fitri.

img_title Jokowi Tak Puas Harga Beras Cuma Turun 1,1 Persen

Harga daging yang belum sesuai dengan keinginan Presiden sebesar Rp80 ribu per kilogram disiasati sejumlah menteri dengan terus membuka keran impor daging.

Berdasarkan harga bahan pokok yang diambil dari situs Kementerian Perdagangan per 10 Agustus 2016, terlihat harga daging sapi rata-rata nasional masih mencapai Rp114.240 per kilogram. Sementara itu, harga rata-rata daging sapi di Jakarta mencapai Rp114.540 per kilogram. 

img_title Pemerintah Buka Keran Impor Daging dari Banyak Negara

Dari angka tersebut, tentu capaian yang dilakukan pemerintah dengan melakukan impor daging beku sebelum Lebaran dan menyalurkannya ke para pedagang pasar tak berhasil mencapai target, di mana saat sebelum Lebaran harga daging sapi masih mencapai Rp120 ribu per kilogram. 

Saat ditemui di Istana Negara, Rabu 10 Agustus 2016, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sejumlah cara diupayakan pemerintah untuk menekan harga daging sapi turun di bawah Rp100 per kilogram. Ia pun mengaku telah sepakati kerja sama impor daging baru.

img_title 'Jokowi, Bongkar Mafia Impor Sapi India!'

Kali ini, Amran menyatakan, pemerintah akan melakukan impor daging sapi tidak hanya berasal dari pasar tradisional yang selama ini bekerja sama dengan Indonesia, yaitu Australia dan India, melainkan dari sejumlah negara lain yang memiliki stok daging sapi dengan standar kesehatan yang sama. 

Impor daging yang disepakati pada Rabu kemarin, disebut mentan memiliki kuota di atas 10 ribu ton, sehingga diharapkan bisa mengisi stok dalam negeri dengan cepat. Secara langsung, dapat menurunkan harga daging lebih rendah lagi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, keran impor yang dilakukan saat ini akan berasal dari beberapa negara baru dan tidak lagi hanya mengandalkan dua negara yang selama ini menjadi langganan pemerintah.

Langkah tersebut, diakui Enggar bisa menjadi pembanding harga impor daging setiap negara menjadi lebih baik lagi, sehingga hal itu pula diakui Enggar tidak membebankan harga jual saat daging tiba di Tanah Air.

Adapun negara baru yang berpotensi menjadi importir daging untuk Indonesia bisa berasal dari Meksiko, Argentina, Brasil, dan Spanyol. "Semua opsi negara tersebut, kita buka dalam tahun ini dan ada kesepakatanG to G (Goverment to Goverment)," jelas Enggar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut