KTT ASEAN, Drama Duterte, dan Konflik Laut China Selatan

Para pemimpin negara ASEAN dalam KTT di Laos, 6-8 September 2016.
Sumber :
  • Biro Kepresidenan RI

Soal Laut China Selatan seharusnya memang jadi pembicaraan penting pada KTT ini. Apalagi Filipina memenangkan gugatan di pengadilan arbitrase internasional. Meski Filipina sudah menang, namun China tak menganggapnya. China terus melakukan pembangunan dan mengijinkan kapalnya memasuki wilayah-wilayah sengketa.

img_title Puncak Acara KTT Australia-Asean, Jokowi Bawa Misi Ini

Sikap China inilah yang membuat negara yang terlibat sengketa menjadi geram. Dua bulan lalu, Amerika sudah menyatakan kesediaannya untuk mendukung Filipina. AS akan membangun lima area baru untuk menempatkan militer mereka. Kehadiran AS di Filipina akan memberi kekuatan bagi seluruh negara yang terlibat dalam sengketa dengan China.

Keresahan Jokowi

img_title Anindya: RI Ajukan Role Model Pembangunan di KTT ASEAN

Meski Duterte dan Obama batal bertemu, namun Indonesia juga mampu menangkap kegelisahan di kawasan Laut China Selatan. Di hadapan seluruh pemimpin ASEAN dan Perdana Menteri China Li Keqiang, Presiden Jokowi menyampaikan keresahan itu.

“Kemitraan ASEAN dan RRT harus mampu, saya tegaskan, harus mampu berkontribusi terhadap perdamaian, berkontribusi terhadap stabilitas dan berkontribusi terhadap keamanan di Laut China Selatan,” ujar Presiden, seperti dikutip dari rilis yang diterima oleh VoxPop.co.id, Rabu, 7 September 2016..

img_title Jokowi Ungkap Alasan ASEAN Berharga di Mata AS

Kontribusi tersebut dilakukan dengan menghormati Hukum Internasional (termasuk UNCLOS 1982). “Semua pihak harus dapat menahan diri. Semua pihak harus mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai,” kata Jokowi. 

Ia mendorong agar “Declaration of the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) harus diimplementasikan secara penuh dan efektif. Code of Conduct (COC) harus segera diselesaikan karena kawasan Laut China Selatan tak boleh menjadi ‘power projection’ kekuatan-kekuatan besar,” ujar Presiden. Presiden Joko Widodo mengingatkan pemimpin-pemimpin lain, ASEAN adalah rumah. "ASEAN wajib menjaga rumah kita dan memastikan adanya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan," ujarnya.

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN masih akan berlangsung hingga Kamis, 8 September 2016. Sikap politik ASEAN sangat ditunggu untuk menyelesaikan konflik di Laut China Selatan yang tak kunjung usai. Penyelesaian sengketa Laut China Selatan tak hanya menjadi kepentingan RI, namun juga kepentingan seluruh penghuni kawasan strategis ini.

Jika ASEAN mampu mengedepankan dialog untuk menjaga kestabilan, tentu akan menjadi poin lebih bagi kawasan ini, karena mampu menyelesaikan konflik dengan kepala dingin dan tanpa perlu mengangkat senjata.

Inilah pesawat drone Australia yang akan dibuat MQ-4C Triton.

Patroli Laut China Selatan, Australia Bangun Armada Drone

Australia akan menghabiskan dana $AUD 7 miliar untuk armada drone.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juni 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut