Warkop DKI Reborn dan Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
- ist.
"Penasaran sama akting mereka," ujar salah satu penonton.
Frederica, produser Falcon Pictures, bersyukur karena Warkop DKI Reborn bisa diterima dengan baik di masyarakat. Selain karena nama besar Warkop DKI itu sendiri yang membuat mereka mau memproduksi film ini, ia menjelaskan alasan lain mengapa Warkop DKI Reborn ini sukses besar.
"Selain itu karena promosi yang masif di hampir semua kalangan masyarakat. Kami beriklan di TV untuk dapat ibu-ibu rumah tangganya. Kalau di media sosial kita dapat anak mudanya, kalangan umum dari branding trail, kayak billboard di mana-mana, sampai kita wrapping building di Semanggi. Jadi emang faktor X-nya banyak," kata wanita 34 tahun tersebut.
Kekuatan tren juga jadi tombak keberhasilan Warkop DKI Reborn ini. Frederica tak menampik jika menonton filmnya seolah jadi tren di berbagai kalangan masyarakat itu sendiri.
"Jadi kayak kalau orang enggak nonton, enggak trendi atau apa," katanya menambahkan.
Warkop DKI Reborn masih akan berlanjut di Part 2 yang rencananya akan dirilis tahun depan. Pertanyaannya, apakah sekuel film ini nantinya akan mengikuti kesuksesan Part 1, melebihi atau bahkan sebaliknya? Falcon Pictures tak pernah berekspektasi berlebihan. Bagi mereka, yang terpenting adalah melakukan yang terbaik, baik dari Production House (PH), aktor, dan semua para krunya.
Laskar Pelangi (2008)
Film ini adalah film Indonesia paling laris sebelum tersalip Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1. Laskar Pelangi menutup rekornya dengan jumlah penonton 4.631.841. Film garapan sutradara Riri Riza ini pun jadi salah satu rekomendasi film Indonesia berkualitas yang wajib ditonton.
Laskar Pelangi diangkat dari novel laris karya Andrea Hirata yang diterbitkan di tahun 2005. Novel ini dikabarkan mencapai angka penjualan sekitar 600 ribu eksemplar. Diperankan oleh Cut Mini dan anak-anak lokal Belitung, film ini memuat pesan moral yang kuat dengan suguhan pemandangan pantai di Pulau Belitung yang indah.
Kesuksesan Laskar Pelangi diakui dari banyak faktor, selain dari kepopuleran novelnya itu sendiri. Beberapa di antaranya adalah karena alur cerita yang menyenangkan, muatan pesan yang begitu inspiratif, hingga kemampuan akting anak-anak Belitung yang sangat alami. Penonton pun hanyut dengan semua adegan di dalamnya.
