2017, Hacker Bakal Kirim 'Mimpi Buruk'

Ilustrasi hacker.
Sumber :

“Memang (IoT) belum mature, tetapi akan mulai banyak yang memanfaatkan. Tahun depan akan ramai pemanfaatannya untuk smart city,” tutur Heru kepada VoxPop.co.id, Kamis 22 Desember 2016.

img_title Saban Hari CIA Incar Smartphone, WhatsApp Sampai TV Pintar

Ungkapan Heru ada benarnya. Ketika semua perangkat terhubung, maka wilayah yang menerapkannya akan otomatis menjadi kota pintar. Sebab, tak hanya perangkat rumah tangga, perkantoran, korporasi, birokrasi pemerintah dan transportasi adalah sektor yang paling banyak menerapkan teknologi IoT.

Dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti smart city, smart public transportation system, digital payment, manufaktur, dan ritel, logistik, atau semacamnya. Di berbagai industri juga telah merasuk, seperti e-health, pendidikan, keuangan sampai aplikasi untuk bisnis.

img_title E-mail Pribadi Wapres AS Dibobol

Beberapa vendor yang sudah mulai masuk untuk memasarkan perangkat IoT adalah Samsung dengan Smart Things, TP-Link, atau aplikasi lokal yang mengadopsi iBeacon besutan Apple, Cubeacon. Bahkan, operator macam Telkomsel sampai XL Axiata pun sudah menyiapkan jaringannya menghadapi membludaknya IoT.

"Starter Pack Smart Things di Amerika, kami jual seharga US$250. Terdiri dari Startet Kit, Hub, Motion Sensor, Multisensor, dan Power Outlet. Mudah-mudahan, tidak lama lagi kami bisa membawanya. Kami harap tahun depan," ujar Corporate Marketing Director Samsung, Jo Semidang.

img_title Perbedaan Hacker dan Cracker dalam Sistem Komputer

Yang tak kalah besar, yang muncul tahun depan, adalah teknologi penyedot data seperti Live Streaming macam Facebook Live, Bigo Live, Cliponyou; atau Virtual Reality yang perangkatnya sudah hadir seperti Samsung Gear 360, kacamata VR Lenovo, Oculus Rift besutan Facebook, sampai Google Cardboard.

Dengan kemunculan teknologi baru dan makin bertambahnya teknologi lama di Indonesia, bukan tidak mungkin jika Indonesia juga akan kebagian menjadi target dan bulan-bulanan hacker di tahun depan. (asp)

Evgeniy Mikhailovich Bogachev

Hacker Paling Dicari FBI dengan Imbalan Rp39 Miliar

Sang hacker sekarang sedang hidup mewah di Rusia.

img_title
VoxPop.co.id
14 Maret 2017
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut