Kasus Suap Rolls Royce Jangan Sampai Nodai Garuda Indonesia

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.
Sumber :
  • VoxPopnews/Tri Saputro

Ketua KPK, Agus Rahardjo, menambahkan bahwa suap ini dilakukan Emirsyah selaku pribadi atau perorangan, bukan secara korporasi. Adapun untuk penanganannya, menurut Agus, KPK juga telah melibatkan lembaga antikorupsi di Singapura dan Inggris. "Suapnya ini dengan cara mentransfer. Tapi kami masih dalami terus, dan tentu akan dikembangkan," katanya.

img_title KPK Tetapkan Emirsyah Satar Tersangka Pencucian Uang

KPK sendiri telah mengamankan sejumlah bukti terkait dugaan suap lintas negara kepada petinggi di Garuda Indonesia. Sejatinya, perkara baru ini merupakan kasus yang sempat dilaporkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang juga pernah memiliki saham di PT Garuda Indonesia. Kini, Emiryah menjabat sebagai Chairman MatahariMall.com, situs e-commerce milik Lippo Group. 

Menurut juru Bicara KPK, Febri Diansyah, pihaknya melakukan penggeledahan di empat lokasi  di Jakarta Selatan pada Rabu 18 Januari 2017.  Ia menjelaskan kasus ini juga trans-nasional, atau lintas negara. "Ada indikasi suap lintas negara yang kami tangani. Nilai suapnya cukup signifikan, yakni jutaan dolar Amerika," kata Febri.

img_title Ada Puluhan Transaksi Lintas Negara Terkait Suap Garuda Indonesia

Kasus itu berkaitan dengan pembelian pesawat dan mesin pesawat Rolls-Royce dalam beberapa tahun lalu. Pengungkapan kasus ini merupakan kerja sama antara KPK bersama SFO asal Inggris dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) asal Singapura.

Emirsyah disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Tipikor, juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 dan pasal 64 KUHP. 

img_title KPK Cecar Emirsyah Satar Terkait Aliran Uang Suap

Pekerja di pabrik Rolls -Royce

Tidak tahu

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Arif Wibowo, menegaskan pihaknya tidak tahu menahu perihal skandal suap yang dilakukan penyedia mesin jet asal Inggris, Rolls-Royce. 

"Saya tidak tahu perihal sogok menyogok tersebut," kata Arif saat dihubungi VoxPop.co.id, Kamis pagi 19 Januari 2017. Ia mengatakan masih akan menunggu dari pihak-pihak yang berkompeten karena hal tersebut terkait dengan multinational transaction. "Namun kami akan berkomunikasi juga dengan pihak Rolls-Royce," ujarnya.

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar lewat siaran persnya yang diterima VoxPop.co.id, menjelaskan terkait hasil investigasi dari KPK perihal dugaan suap lintas negara dari Rolls-Royce kepada petinggi perseroan tidak ada kaitannya dengan kegiatan korporasi, namun lebih kepada tindakan perseorangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut