Angin Segar Trump untuk Israel

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan PM Israel, Benjamin Netanyahu di Menara Trump, New York, AS.
Sumber :
  • Kobi Gideon/Government Press Office (GPO)/Handout via REUTERS

VoxPop.co.id – Tak butuh waktu lama bagi Israel untuk 'bersedih'. Sebab, Amerika Serikat kini dipimpin oleh Presiden Donald John Trump. Artinya, negeri Yahudi itu bisa kembali membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

img_title Kedubes Palestina Kutuk Pengusiran Warga di Sheikh Jarrah oleh Israel

Padahal, pembangunan tersebut bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa Nomor 2334 telah disetujui dan disahkan pada Jumat, 23 Desember 2016 di Markas Besar PBB, New York, AS.

Gara-gara resolusi ini, Israel sempat dibuat 'kebakaran jenggot' lantaran sikap abstain AS dalam pemungutan suara. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sampai menyebut pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, membuat keputusan yang "memalukan".

img_title Pemukim Israel Serang Warga Palestina di Utara Nablus

Namun, apa yang menyebabkan Israel begitu berani melanggar resolusi ini? Karena Trump siap menjadi 'perisai hidup' Israel. Itu karena Netanyahu yang secara terang-terangan meminta perlindungan dari taipan properti New York tersebut.

Terlebih, selama kampanye Trump selalu menunjukkan 'itikad baik' kepada Netanyahu, termasuk mendukung Yerusalem sebagai ibu kota Israel menggantikan Tel Aviv. Dalam cuitannya di akun Twitter, Trump mengaku sedih dengan keluarnya Resolusi DK PBB tersebut.

img_title Perdana Menteri Israel Naftali Bennett juga Pengusaha Teknologi

"PBB memiliki potensi besar. Tapi sekarang mereka (PBB) hanyalah sebuah klub tempat orang-orang berkumpul, bercengkerama dan menyia-nyiakan waktu. Sedih saya jadinya!" ujar Trump.

Tak hanya itu saja. Netanyahu dalam waktu dekat akan diundang Trump ke Washington DC, untuk membicarakan banyak hal, khususnya melanjutkan kembali pembangunan pemukiman Yahudi serta perdamaian dengan Palestina dalam mewujudkan solusi dua negara (two-state solution).

Dikabarkan oleh kantor berita Reuters, Senin, 23 Januari 2017, kedua kepala negara saling berkomunikasi via telepon dan melakukan pembicaraan 'akrab dan mendalam'. Menurut rencana, Netanyahu akan berkunjung ke ibu kota AS tersebut pada Februari mendatang.

Pernyataan resmi dari pihak Netanyahu menyampaikan jika mereka sangat menanti dan tertarik untuk dapat bekerjasama lebih dekat dengan Trump untuk membentuk visi yang selaras demi kemajuan perdamaian dan keamanan di wilayah konflik Timur Tengah, tanpa embel-embel "celah" antara AS dan Israel.

Tampak salah satu pemukiman Yahudi di Tepi Barat, Minggu, 22 Januari 2017.

Pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Namun, sikap membangkang dan rencana busuk Israel diungkap blak-balakan oleh Wali Kota Yerusalem, Meir Turgeman. Ia menegaskan bahwa negaranya tetap melanjutkan pembangunan ratusan rumah di pemukiman baru di Yerusalem Timur.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut