Orang Pendek, Dibiarkan Jadi Misteri atau Diburu?
- VoxPop.co.id/youtube
FOTO: Jejak Orang Pendek yang pernah didokumentasikan oleh tim peneliti dari Orang Pendek Project pada tahun 2011/VoxPop.co.id/Extreme Expedition Doc
Dipastikan bahwa memang ada Orang Pendek di Sumatera, ia berjalan tegak, berbulu kemerahan atau keemasan, dan tidak bergelantungan di pohon seperti kera atau orangutan.
"Awalnya saya beranggapan itu mitos. Namun setelah melihat, saya yakin ini bukan mitos," kata Debby.
Ya, Orang Pendek memang ada di Sumatera. Namun apakah ini manusia atau hewan hingga kini tak bisa definisikan. Sosoknya yang sangat sulit dideteksi, menjadi misteri tak terpecahkan hingga kini di hutan Sumatera.
Sekaligus menjadi cerita penunggu hutan yang ada di Sumatera. Meski dengan penyebutan berbeda seperti, Ughang Pandak, Gugu, Mante, Cigau, Bunian, Orang Letjo, Atoe Rimbo, atau Sedabo.
Faktanya Orang Pendek memang ada secara fisik dan memang hidup di hutan Sumatera. Yang jelas, meski penamaannya menggunakan kata Orang, belum tentu bahwa ia adalah manusia dan juga belum bisa dipastikan bahwa itu hewan. Lagian juga, penelitian soal ini juga kini meredup dan tak lagi dilakukan.
Selanjutnya...Biarkan Jadi Misteri
Biarkan Jadi Misteri
Lalu mengapa Orang Pendek kini kembali diperbincangkan? Ini merujuk pada sebuah video singkat yang baru-baru ini beredar di jejaring sosial.
Dalam video itu terlihat jelas sosok mahkluk yang tak berbaju dengan membawa benda menyerupai tongkat kayu membuat terkejut rombongan pengendara motor trail di hutan Aceh.
Seorang pengendara bahkan terjatuh. Sementara sosok mahkluk itu terlihat berlari kencang dan menembus semak belukar, meski sempat dikejar oleh pengendara motor.
Beredarnya video itu akhirnya mengungkit kembali tentang sosok Orang Pendek atau Suku Mante dalam dialek Aceh.
Sebab, jika asumsi itu benar, maka ini adalah kali pertamanya Orang Pendek terekam video dan terlihat jelas setelah beberapa abad namanya dikenal di Sumatera dan menjadi buah bibir.
Tentu ini hal mengejutkan dan mungkin saja bisa menjadi pendorong untuk kembali dimulainya penelitian lebih mendalam soal sosok manusia kerdil yang hidup dan bersembunyi di perut hutan Sumatera.
