Suriah, Meniti Kematian dalam Diam

Ganasnya Serangan Senjata Kimia di Idlib Suriah
Sumber :
  • REUTERS/Ammar Abdullah

Pemerintah Suriah menampik tuduhan menggunakan senjata kimia. Merekamengatakan, zat kimia itu muncul justru dari gudang milik kelompok pemberontak yang menjadi sasaran serangan militer. Ketika militer Suriah berhasil meluncurkan serangan di wilayah pemberontak dan menghancurkan gudang senjata mereka, saat itulah gas kimia itu meruak.

img_title Mengejutkan, Sarang Pemberontak Suriah Berisi Rudal Amerika dan Israel

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa langsung menggelar pertemuan darurat di Brussels, Belgia, satu hari berikutnya. Sementara itu, AS mengancam Rusia dan PBB soal serangan senjata kimia di Suriah yang menyebabkan banyak korban dari kalangan anak-anak.

Pertemuan darurat ini adalah hasil desakan Inggris dan Prancis. Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengingatkan bahwa negaranya akan mengambil aksi sepihak apabila organisasi bangsa-bangsa di dunia itu gagal bertindak cepat.

img_title Biadab, Rudal Israel Bombardir Suriah di Tengah Puasa

"Kalau PBB terus-menerus gagal dalam melakukan tugasnya untuk bertindak kolektif, maka ada saat-saat di mana kita terpaksa untuk mengambil tindakan sendiri," kata Haley, seperti dikutip Aljazeera, Kamis, 6 April 2017.

Inggris, Prancis, dan AS telah mengajukan rancangan resolusi yang berisi tuntutan penuh untuk menyelidiki serangan tersebut. Ketiga negara menuding pemerintah Suriah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam serangan tak bermoral itu.

img_title Israel Serang Suriah, Rudal Beterbangan di Langit Damaskus

Namun, pembicaraan berakhir tanpa suara setelah Rusia, sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad, mengatakan rancangan resolusi tersebut sebagai "kategori yang tidak dapat diterima".

Konflik Suriah Tak Bertepi

Konflik Suriah sudah memasuki tahun keenam.  Diberitakan oleh BBC, 29 Maret 2017, konflik Suriah diawali dengan terjadinya unjuk rasa damai yang dimulai pada Februari 2017. Terpengaruh oleh Arab Springs, era di mana tuntutan keterbukaan politik dan globalisasi menguat, Suriah juga terkena imbasnya. Kepemimpinan turun temurun dari keluarga Bashar al-Assaad ingin disudahi oleh penentangnya. Meski Assaad memenangkan pemilu, namun penentangnya menolak hasil pemilu dan menolak Assaad.

Mereka melakukan unjuk rasa damai. Para pengunjuk rasa menolak dipimpin kembali oleh rejim keluarga Assaad, karena selain Muslim Syiah, mereka menganggap kepemimpinan Assad tidak sah, dan menganggap Assad adalah pemimpin yang zalim. Berhari-hari unjuk rasa damai itu terjadi hingga akhirnya pecah menjadi konflik. Militer pro pemerintah mulai melakukan tindakan represif dan memburu pemberontak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut