Heboh Al Maidah 51 'Raib' dari Alquran, Salah Siapa?
- Kemenag
Muchlis yang sempat menjadi penerjemah Raja Salman saat kunjungannya di Indonesia itu, menepis 'hilangnya' terkait dengan gonjang-ganjing Pilkada DKI Jakarta. Dari pengakuan pihak penerbit, Muchlis menyebut bahwa peristiwa itu murni keteledoran percetakan.
"Yang jelas tidak dengan sengaja, kebetulan itu pada ayat yang sedang jadi sorotan perhatian orang banyak, apesnya begitu. Mereka sudah minta maaf dan berjanji mengganti kalau ada yang pegang cetakan itu. Ini murni human error," terang Doktor Ilmu Tafsir Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini.
Selanjutnya...Klarifikasi Penerbit
Klarifikasi Penerbit
LPMQ, terang Muchlis, merupakan pihak yang selalu dilibatkan dalam pencetakan mushaf Alquran. Sebelum penerbit mencetak mushaf dan mengedarkan, LPMQ memeriksa naskah aslinya sampai benar dan diberikan tanda tashih agar bisa dicetak.
Kesalahan sering terjadi justru saat proses pencetakan. Muchlis menyebut berbagai persoalan mulai dari peralatan percetakan yang sudah tua dan minim quality control.
"Kadang-kadang terjadi di luar kita, titik tambahan sering kali itu. Salah susun kateren sangat mungkin terjadi di percetakan, juga dengan keterbatasan tenaga kita tidak mungkin jutaan naskah (diperiksa)," bebernya.
Sementara itu, Direktur PT Suara Agung, Fauzi Fadlan, selaku penerbit mushaf Alquran tersebut, mengakui ada kesalahan atau human error dalam percetakan mushaf Alquran edisi terjemahan dengan panduan Waqaf & Ibtida cetakan ke-1 tahun 2015.
Ia mengkonfirmasi telah terjadi kekeliruan penempatan materi/isi pada halaman 113-117 dalam proses pencetakan. Sehingga, Surat Al Maidah ayat 51-57 yang seharusnya ada di halaman 117, tercetak di halaman 113.
"Dengan demikian, tidak ada ayat yang hilang, akan tetapi tertukar tempat," ujar Fauzi dalam klarifikasinya kepada Kemenag, Rabu, 24 Mei 2017.
Setelah informasi itu tersiar, penerbit langsung menarik 400 eksemplar mushaf yang baru terdistribusi. Namun, karena beberapa hal dan ada yang sudah dimiliki masyarakat, sehingga tidak semua mushaf bisa ditarik.
Dari hasil penarikan ditambah stok mushaf yang terjadi kekeliruan seluruhnya berjumlah 5.480 eksemplar, sudah dimusnahkan. Kemudian, untuk cetakan 1 tahun 2015 tersebut setelah diperbaiki--dan sudah benar--telah dicetak ulang dan telah didistribusikan kembali ke masyarakat.
