Menegah Mandek di Jalur Mudik
- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Kementerian Perhubungan memprediksi akan ada 19,04 juta penumpang yang akan mudik menggunakan transportasi umum saat Lebaran 2017. Angka tersebut, menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto, meningkat 4,85 persen dari tahun 2016.
Dari angka itu, peningkatan terbesar terjadi di angkutan udara. Jika pada 2016 jumlah penumpang yang menggunakan pesawat mencapai 4,92 juta, pada arus mudik 2017 nanti diprediksi naik 9,80 persen atau 5,40 juta penumpang.
Kemudian pemudik yang menggunakan kereta api diprediksi mengalami peningkatan sebesar 7,16 persen, atau dari 4,08 juta penumpang menjadi 4,37 juta penumpang. Sedangkan untuk angkutan kapal laut hanya mengalami kenaikan 3 persen. "Hanya penumpang bus yang diprediksi menurun dari 4,92 juta penumpang di tahun 2016 menjadi 4,32 juta penumpang," kata Pudji, Jumat 2 Juni 2017.
Para pemudik diharapkan waspada terhadap lokasi-lokasi rawan kecelakaan. Polisi telah mendeteksi sejumlah lokasi rawan kecelakaan di jalur selatan dan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa. Titik rawan jalur mudik Lebaran di antaranya, jalur tol Cikopo-Palimanan, tol Cipularang KM 90-100, jalur pantura Subang-Purwakarata, jalur Puncak Bogor, dan jalur selatan Nagrek.
Untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan, polisi akan berjaga di jalur tersebut. "Kami tempatkan semua titik rawan kecelakaan, rawan kemacetan, kami siagakan personel Polri dan dibantu dari instansi lain,” ujar Kepala Bidang Manajemen Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas (Jemenopsrek) Korps Lalu Lintas Polri, Komisaris Besar Polisi Darto Juhartono, Rabu 31 Mei 2017.
