Urbanisasi ala Pelaku Kejahatan

Ilustrasi/Pelaku kejahatan.
Sumber :
  • VoxPopnews/Anhar Rizki Affandi

Barang bukti yang diperoleh dari geng motor

img_title Gara-gara Wabah Corona, Angka Kejahatan di Jatim Turun 62 Persen

Lalu, bagaimana dengan kejahatan yang terjadi di periode Ramadan atau Lebaran? Sekali lagi memang meningkat.

Data yang dirilis dari Pusat Informasi Kriminal Polri, pada 2013, tepatnya saat Idul Fitri mencatat ada 448 kasus yang terjadi pada periode Ramadan dan Lebaran, Juli-Agustus.

img_title Polri: Dibanding Tahun Lalu, Total Angka Kejahatan 2019 Menurun

Perkara serupa itu kemudian meloncat jauh pada 2014. Di mana pada masa Ramadan dan Lebaran 2014, kejahatan bahkan terjadi hingga 2.539 kasus atau melompat hingga lima kali lipatnya.

Sementara itu, untuk 2015, lonjakan pun kembali terjadi. Data polisi mencatat bahwa ada 4.925 kasus kembali terjadi tahun itu. Jumlah ini meningkat hingga 100 persen dibanding tahun sebelumnya.

img_title Menata Hati Sambut Bulan Suci

Atas itu, jika kemudian ada lonjakan kenaikan kasus kejahatan pada musim Lebaran atau Ramadan, pastinya bukan hal yang biasa.

Selanjutnya, Mengapa Meningkat

Mengapa Meningkat
Dalam sebuah survei yang diterbitkan oleh Economist Intelligence Unit (EIU) pada 2015. Jakarta sudah dinobatkan sebagai daerah paling buncit untuk kondisi keamanan daerah.

Survei yang menyasar 50 kota di dunia bahkan mengelompokkan 10 kota yang paling tak aman, dan tentunya dengan Jakarta sebagai posisi paling terburuk.

Adapun ke-10 kota itu yakni, Istanbul, Delhi, Moskwa, Mumbai, Mexico City, Riyadh, Johannesburg, Ho Chi Minh City, Teheran, dan terakhir Jakarta.

Predikat ini jelas mengkhawatirkan. Dengan jumlah penduduk belasan juta jiwa, Jakarta bak menjadi ladang empuk pelaku kejahatan.

Apalagi kondisi ini dibumbui dengan beragam faktor seperti kesenjangan antara yang miskin dan kaya, dan segala hal yang berbau ekonomi makin membuat pelik situasi ini.

Sejauh ini, kepolisian memang telah membentuk sejumlah tim khusus pemburu penjahat. Setidaknya kini penjahat mulai berpikir ulang untuk berbuat, karena ada polisi yang rela berkeliling sepanjang siang dan malam.

Selain itu, disarankan kepada warga, untuk menghindari aksi melawan perampok yang bersenjata api. "Menghindar dari situasi, segera laporkan ke polisi," kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Brigjen Pol Suntana.

Selebihnya, adalah usaha menjaga bersama-sama dari masyarakat. Komunikasi antartetangga dan bentuk pengamanan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) terbukti masih begitu efektif mencegah kejahatan.

Singkatnya, mencegah memang masih lebih baik daripada mengobati. Jadi, jangan pernah memberi kesempatan kepada penjahat untuk berpikir melakukan kejahatan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Mabes Polri Klaim Angka Kejahatan di Indonesia Turun 9,31 Persen

Mabes Polri mengklaim kalau jumlah kejahatan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama dua hari pada 13-14 Juni 2023, menurun 9,31 persen.

img_title
VoxPop.co.id
16 Juni 2023
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut