GIIAS 2017: Indonesia (Masih) Jadi Basis Jualan Mobil

Pengunjung suatu pameran mobil di Tangerang beberapa waktu silam.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/M Ali Wafa

Berdasarkan data internal PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) 10-19 Agustus 2017, jumlah surat pemesanan kendaraan atau SPK untuk Xpander mencapai lebih dari 5.000 unit, setara dengan target mereka selama satu bulan.

img_title Terpopuler: Nasib Merek Mobil Lesu, Dominasi China, hingga Persaingan Sengit Mei 2026

Peluncuran Mitsubishi Xpander di Kota Medan

Peluncuran Mitsubishi Xpander di Medan, Sumatra Utara

img_title Daftar Merek Mobil Terlaris Mei 2026, China Makin Kuat

Secara nasional, pemesanan mobil yang kerap disebut-sebut sebagai adik Pajero Sport ini menembus angka 7.000 unit. Jauh lebih banyak ketimbang kapasitas produksi yang hanya sekitar 4.000 unit per bulan.

"Xpander membukukan SPK (surat pemesanan kendaraan) yang luar biasa, khususnya di hari-hari libur, yang bisa mencapai lebih dari 600 unit per harinya," kata Intan Vidiasari, Head of Public Relations and CSR Departement MMKSI.

img_title Bunga Kredit Jadi Ancaman Baru bagi Penjualan Mobil 2026

Sementara itu, meski belum menyebutkan jumlah SPK selama GIIAS, namun minat warga akan Confero juga tidak kalah dari Xpander.

Bahkan, peminat uji berkendara Confero jauh lebih banyak ketimbang Xpander. Menurut data MMKSI, peserta uji berkendara Xpander mencapai 1.200 orang, sedangkan uji berkendara Confero diikuti lebih dari 2.000 peserta (data panitia GIIAS).

Selanjutnya...masih jadi basis penjualan

Jika dilihat, rata-rata mobil yang banyak diminati konsumen di Indonesia adalah berjenis MPV. Tidak heran apabila produsen mobil berlomba-lomba mengembangkan model tersebut di Tanah Air.

Selain dipasarkan di dalam negeri, beberapa mobil MPV produksi lokal juga diekspor ke mancanegara. Avanza, Innova dan Ertiga sudah dikirim ke luar negeri. Mitsubishi juga memiliki rencana untuk mengekspor Xpander.

Chief Executive Officer Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko, mengungkapkan, MPV yang dilahirkan di Bekasi dengan mesin 1.500 cc ini ternyata bukan untuk pasar Indonesia saja.

"Kami juga akan mengekspor model ini ke negara-negara ASEAN di Februari tahun depan. 20 ribu unit untuk diekspor ke negara-negara ASEAN. Pertama kami ekspor ke Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam. Lalu kemudian berencana untuk berkembang," tuturnya saat ditemui di GIIAS 2017.

Sayangnya, pasar otomotif dunia tidak didominasi mobil jenis MPV. Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, saat berkunjung ke GIIAS.

Ia mengatakan, pasar mobil sedan tak lagi bertaji di Indonesia. Padahal, di luar negeri mobil sedan masih digandrungi. "Di dunia, sedan lebih tinggi (penjualannya) daripada MPV,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut